Review Film: Weathering With You

Setelah dinanti sejak tiga tahun lalu, akhirnya film ‘Weathering With You’ karya Makoto Shinkai dirilis.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 23 Agustus 2019  |  15:44 WIB
Review Film: Weathering With You
Film Weathering With You karya Makoto Shinkai. - IMDB

Bisnis.com, JAKARTA - Setelah dinanti sejak tiga tahun lalu, akhirnya film ‘Weathering With You’ karya Makoto Shinkai dirilis.

Film ini berusaha mengulangi kesuksesan kisah sebelumnya berjudul Your Name atau Kimi No Na Wa.

Dikisahkan, Hodoka, laki-laki berusia 16 tahun kabur dari rumahnya di Desa Shikoku, Jepang untuk mencari peruntungan baru di Tokyo. Tujuan lainnya adalah mengubah nasib di Ibu Kota.

Dalam perjalannya, Hodoka melihat langsung betapa mengerikannya Tokyo dengan gaya hidup orang-orang sekitar, tapi pemandangan ini tak menyurutkan dirinya mencari pekerjaan demi bertahan hidup. 

Hampir putus asa, Hodoka mendatangi kantor Keisuke, seseorang yang menyelamatkannya dari terjangan badai saat perjalanannya ke Tokyo.

Belum juga mengajukan lamaran, Hodoka telah diterima sebagai pekerja di majalah kecil yang dikelola Keisuke.

Dari sini, dia berjumpa dengan Hina yang sebelumnya pernah ditemui di salah satu restoran. Perjumpaan itu mengarahkan Hodoka mengetahui tentang gadis matahari itu. 

Makoto Shinkai boleh jadi mengharapkan kesuksesan Your Name juga menular pada Weathering With You. Wajar saja, Your Name menduduki film anime Blockbuster paling laris nomor lima. Penghasilan dari film itu bahkan mencapai US$360 juta secara keseluruhan. 

Sang sutradara menampilkan kenangan penonton Weathering With You kembali pada Your Name. Salah satunya seperti kemunculan karakter utama Your Name yaitu Taki dan Mitsuha. 

Meski tidak dijelaskan secara gamblang, namun penonton mudah mengetahui karakter Taki dengan potongan rambut pendeknya dan Mitsuha lewat ikat rambut berwarna merah. Simbol ini cukup melekat bagi penonton Kimi no Na Wa.

Alur yang disampaikan juga terkesan lambat di awal pemutaran. Penonton masih dibuat bertanya-tanya tentang kejadian apa yang sedang terjadi. Termasuk kondisi hujan di Tokyo yang tidak ada habisnya. Menebak cerita yang disajikan oleh Makoto Shinkai memang sulit.

Karakter Anime

Setelah menciptakan karya anime mulai dari Byosoku 5 Centimeter pada 2007, Dareka no Manzashi pada 2016, Kimi no Na Wa pada 2016 hingga Weathering With You, Makoto Shinkai masih setia dengan karakter anime yang ditampilkan.

Salah satu sebab filmnya terus ditonton adalah visual gambar yang terbilang detail. Poin ini menjadi penilaian lebih dibandingkan film lain. Sebagai warga Jepang, tidak ketinggalan beberapa tempat popular di Jepang juga ditampilkan.

Dua gambar yang paling mudah diingat adalah Rainbow Brige, jembatan sepanjang 798 meter di Tokyo dan Tokyo Nasional Stadium yang akan digunakan untuk gelaran Olimpiade 2020. Makoto menampilkan visual dua bangunan ini dengan cukup apik.

Ditambah lagi kreatifitas memang selalu terlihat di film sebelumnya. Makoto dikenal sebagai sosok yang kerap menggabungkan antara kondisi natural masyarakat dengan berbagai fenomena mistis. Namun sajiannya tetap enak ditonton.

Situs IMDb memberikan nilai 7,9 untuk film ini. Diperkirakan Weathering With You telah memperoleh pendapatan kotor kumulatif di seluruh dunia mencapai US$71,8 juta. Pun begitu angka ini masih akan terus bertambah seiring anime ini masih diputar di pelbagai negara, termasuk di Indonesia. 

Pada tiga hari pertama pemutarannya di Jepang, film ini langsung ditonton oleh 1,1 juta orang dengan pendapatan mencapai US$15,2 miliar.

Pendapatan itu diperoleh setelah sekitar 358 teater di negara itu memutar film tersebut. Pendapatan itu langsung menempatkan film ini diperingkat pertama film terlaris saat Opening Weeked di Jepang.

Jumlah ini lebih banyak dibandingkan saat pekan pembuka anime Kimi no Na Wa atau Your Name. Pada 2016, Your Name 'hanya' memperoleh pendapatan US$12,5 juta dalam tiga hari pembukaannya. Namun, belum dapat dipastikan apakah pendapatan akhir Your Name dapat disalip pula oleh Weathering With You? Kita nantikan.  

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Film, jepang

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top