WHO : Mikroplastik Air Minum Kemasan Berisiko Rendah Terhadap Kesehatan

Mikroplastik semakin banyak ditemukan dalam air mimun kemasan. World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa sejauh ini belum ada bukti bahwa hal tersebut beresiko bagi kesehatan manusia.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 29 Agustus 2019  |  23:10 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Mikroplastik semakin banyak ditemukan dalam air mimun kemasan. World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa sejauh ini belum ada bukti bahwa hal tersebut beresiko bagi kesehatan manusia.

Dilansir dari The Guardian, Kamis (29/8/2019) WHO menyebut produksi plastik telah tumbuh secara eksponensial dalam beberapa dekade terakhir dan diperkirakan bakal berlipat ganda pada 2014.

Selain itu, sebuah studi lain menunjukkan bahwa air minum dalam kemasan mengandung unsur yang sangat kecil dari polimer, yang digunakan untuk wadah dan penutupnya. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa manusia mungkin terkontaminasi oleh bahan kimia yang digunakan dalam plastik tersebut.

Menanggapi hal tersebut, WHO telah merangkum berbagai penelitian pada subjek terkait dan menyatakan kekhawatiran itu tidak bersadar secara ilmiah.

Menurut laporan itu, partikel plastik yang lebih besar saja bisa melewati tubuh manusia. Oleh sebab itu, mikroplastik yang ukurannya lebih kecil berpotensi melewati dinding saluran pencernaan. Para peneliti juga mengatakan bahwa mereka tidak mungkin menumpuk dalam jumlah yang banyak dan membahayakan.

Alhasil, laporan tersebut menyimpulkan berdasarkan bukti terbatas yang ada, bahan kimia dan mikroba pathogen yang terkait dengan mikroplastik dalam air minum memiliki risiko kesehatan yang rendah bagi kesehatan manusia.

“Kesimpulan keseluruhannya adalah bahwa konsumen tidak boleh terlalu khawatir. Dengan daya yang kami miliki, kami percaya risikonya rendah. Akan tetapi, bukan berarti tidak ada risiko sama sekali di masa depan,” kata Bruce Gordon, salah satu peneliti.

Kendati begitu, dia tetap mengimbau agar lebih banyak penelitian yang dilakukan terkait hal ini untuk benar-benar memastikan dan memahami bagaimana plasti menyebar dan berdampak bagi tubuh manusia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bisnis air kemasan

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top