Konflik dengan Orang Terdekat, Ini 3 Kunci Sukses Kembali Akur

Setidaknya ada tiga kunci sukses dalam menyelesaikan konflik, yaitu dengan konsep kerentanan, tanggung jawab, dan responsif.
Eva Rianti
Eva Rianti - Bisnis.com 30 Agustus 2019  |  15:57 WIB
Konflik dengan Orang Terdekat, Ini 3 Kunci Sukses Kembali Akur
Ilustrasi - Boldsky

Bisnis.com, JAKARTA – Kapan terakhir kali Anda berselisih, berkonflik, atau bertengkar habis-habisan dengan seseorang yang dekat dengan Anda?

Konflik merupakan bagian alami dan tak terhindarkan dari kehidupan manusia. Hal ini seringkali terjadi, baik dengan pasangan, orang tua, anak, saudara, teman, sahabat, ataupun rekan kerja.

Konflik dapat timbul karena beragam alasan, bisa karena perbedaan pendapat dalam tujuan, kebutuhan, politik, agama, kekuasaan, dan finansial.

Konflik yang muncul dan tidak terselesaikan dengan cara yang sehat sangat berbahaya bagi hubungan karena bisa menciptakan emosi negatif, seperti jengkel, sedih, kecewa, frustasi, dendam, marah, dan takut. Ini bisa mengarah pada keterasingan, pengucilan, dan dalam kasus penikahan adalah perceraian.  

Pada dasarnya, konflik itu ada dimana-mana dalam kehidupan kita, sehingga bukan masalah apakah kita memilikinya atau tidak, melainkan bagaimana bisa berusaha menanggapinya.  

Berikut tiga kunci dalam menyelesaikan konflik, hingga hubungan menjadi kembali sehat dan bahkan lebih kuat, seperti dilansir dari Psychologytoday.

Kerentanan

Ketika dihadapkan dengan ancaman yang terkait dengan konflik, alih-alih melindungi diri sendiri, langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah menunjukkan kerentanan Anda kepada orang yang berkonflik dengan Anda.

Saat hal itu Anda lakukan, orang yang berseteru dengan Anda kemungkinan juga akan melakukan hal yang sama. Dengan keterbukaan ini, ada peluang untuk memperbaiki kerusakan yang telah terjadi.

Kerentanan dapat diekspresikan dalam beberapa cara, termasuk dengan menunjukkan perasaan terluka Anda sendiri dari konflik, menyuarakan penyesalan, dan meminta maaf.

Harus diakui, menjadi rentan itu berisiko dan membutuhkan keberanian besar karena orang lain mungkin tidak begitu pemaaf dan dapat menggunakan kerentanan Anda untuk menimbulkan lebih banyak kerusakan.

Tetapi, dalam banyak kasus, terutama yang melibatkan hubungan lama, peduli, dan saling menghormati, kerentanan yang ditawarkan akan berbalas.

Tanggung Jawab

Reaksi lain yang hampir naluriah dalam konflik adalah menyalahkan orang lain. Biasanya akan muncul ungkapan: ‘Ini bukan salah saya!’, reaksi ini adalah cara yang tidak disadari untuk melindungi harga diri.

Ketahuilah bahwa Anda tidak perlu merasa buruk tentang diri sendiri jika Anda tidak melakukan kesalahan. Namun, konflik jarang muncul dalam ruang hampa atau secara sepihak.

Sebaliknya, setiap orang kemungkinan memainkan peran dalam munculnya konflik, jadi kunci kedua adalah akuntabilitas atau bertanggung jawab.

Jika Anda dalam mode perlindungan, kemungkinan besar Anda tidak akan dapat menerima kesalahan karena konflik. Tetapi, jika Anda menerima kerentanan dan meminta pertanggungjawaban diri sendiri, itu jauh lebih mudah sebab keduanya berjalan seiring.

Mirip dengan kerentanan, bersikap bertanggung jawab terhadap porsi kesalahan atau kekeliruan dalam konflik membuat orang lain lebih mungkin melakukan hal yang sama.

Responsif

Kunci terakhir untuk menyelesaikan konflik adalah responsif, yang berarti Anda menempatkan tindakan Anda di tempat yang Anda tuju, dan Anda merespons dengan cara yang positif terhadap konflik.

Cara terbaik untuk meredakan konflik adalah dengan mengambil tindakan menandakan bahwa Anda ingin menyelesaikan konflik dan memperbaiki kerusakan yang mungkin telah terjadi.

Ada beberapa langkah yang bisa Anda lakuka, diantaranya tunjukkan kepada orang lain bahwa Anda ingin menyelesaikan konflik, tunjukkan pula seberapa besar Anda peduli pada orang lain, lakukan sesuatu untuk menebus kesalahan, dan jika pantas, beri pelukan dan beritahu kepada orang yang berkonflik dengan Anda bahwa Anda mencintainya.

Ketika Anda menunjukkan kerentanan, akuntabilitas, dan responsif dalam menghadapi konflik, Anda menunjukkan kekuatan, kepercayaan diri, dan ketidakegoisan yang akan memberi Anda kekaguman, rasa hormat, dan penghargaan yang akan memberikan hasil positif di masa depan.

Ketiga kunci ini juga akan membuat Anda merasa senang karena Anda melakukan hal yang benar. Hal ini bisa membuat hubungan Anda dengan orang yang berkonflik dengan Anda justru menjadi semakin kuat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
konflik, pertengkaran orang tua, gaya hidup

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top