6 Penyebab Perut Buncit meski Sudah Diet dan Olahraga

Anda bukan satu-satunya orang yang ingin memiliki perut rata. Salah satu tantangan orang yang sedang diet menurunkan berat badan saat ini adalah menghilangkan lemak di bagian perut yang terasa mengganggu penampilan.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 23 September 2019  |  08:45 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Anda bukan satu-satunya orang yang ingin memiliki perut rata. Salah satu tantangan orang yang sedang diet menurunkan berat badan saat ini adalah menghilangkan lemak di bagian perut yang terasa mengganggu penampilan. 

Jika Anda sudah menggunakan berbagai cara mulai dari olahraga hingga diet ketat, mungkin ada alasan tersembunyi mengapa Anda belum bisa menghilangkan lemak membandel tersebut. 

Dikutip dari Times of India, berikut adalah 6 alasan kemungkinan Anda memiliki perut yang besar.

1. Faktor genetik

Jika setelah diet dan olahraga belum bisa mengurangi ukuran pinggang, mungkin hal itu terjadi karena Anda memiliki gen dengan tubuh yang besar. Meski tidak secara langsung berhubungan dengan perut yang besar, namun hal ini terjadi karena lemak visceral, lemak di daerah perut yang tugasnya membuat tubuh kita tetap ideal sebagian besar ditentukan oleh genetika Anda.

Jadi, jika kemungkinan kakek nenek atau orangtua Anda memiliki perut besar, maka kemungkinan Anda juga akan mendapatkan bentuk badan yang serupa sangat besar. 

2. Alergi makanan

Tidak semua alergi makanan menyebabkan gejala seperti muntah atau gatal-gatal. Beberapa alergi makanan seperti penyakit seliaka dan gula yang sensitif dapat menyebabkan peradangan dan lambung yang mengembang.

Hal ini dapat menyebabkan nyeri sendi, sakit kepala dan kembung dengan kondisi kondisi perut yang membesar. 

3. Hipotiroidisme

Hipotiroidisme adalah salah satu penyakit yang menyebabkan kenaikan berat badan yang tidak diinginkan. Penyakit ini akan menurunkan metabolisme dan mengakumulasi berbagai jenis lemak di tubuh Anda terutama di bagian perut. 

Hormon tiroid menyebabkan tubuh lambat dalam membakar kalori, sehingga kenaikan berat badan terjadi lebih cepat. 

4. Steroid

Steroid adalah alasan lain mengapa orang mengalami kenaikan berat badan. Sebagian besar wanita yang dalam transisi menopause menggunakan obat steroid untuk melawan perubahan hormon yang berisiko mengalami kenaikan berat badan. 

Hal ini terjadi karena steroid menyeimbangkan hormon, yang akhirnya mengarah pada timbunan lemak ekstra di berbagai bagian tubuh, terutama di daerah perut.

5. Antidepresan

Mengonsumsi antidepresan obat anti depresi dalam waktu lama dapat menyebabkan penambahan berat badan.

Obat-obatan seperti ini akan mempengaruhi kadar insulin dalam tubuh yang menyebabkan penumpukan lemak yang tidak diinginkan di sekitar perut Anda. Tetapi hal ini akan tergantung pada jenis obat yang Anda gunakan.

 6. Kadar insulin yang tinggi

Insulin adalah bagian yang penting dari metabolisme tubuh yang berguna mengubah glukosa menjadi gula.

Kadar insulin yang tinggi disebutkan juga dapat menyebabkan perubahan kimia yang berbeda dalam tubuh kita, sehingga membuat kadar gula menjadi lebih tinggi. Perubahan hormon umumnya dapat menyebabkan kenaikan berat badan terutama penumpukan lemak di daerah perut. 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
olahraga, diet, perut buncit

Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top