Ini 10 Aturan Utama agar Lancar Transisi dari Kuliah ke Dunia Kerja

Meninggalkan kenyamanan kehidupan akademis di kampus dan memasuki dunia kerja mungkin tampak menakutkan pada awalnya, mengingat hal ini akan sepenuhnya mengubah gaya hidup.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 27 September 2019  |  14:51 WIB
Ini 10 Aturan Utama agar Lancar Transisi dari Kuliah ke Dunia Kerja
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Meninggalkan kenyamanan kehidupan akademis di kampus dan memasuki dunia kerja mungkin tampak menakutkan pada awalnya, mengingat hal ini akan sepenuhnya mengubah gaya hidup. Anda akan masuk ke sebuah lingkungan yang benar-benar baru serta dikelilingi oleh orang-orang asing yang berbeda-beda pula.

Namun demikian, perubahan ini mungkin merupakan salah satu tahap paling menarik dalam hidup Anda, yakni menjelajah suatu hal yang sepenuhnya baru dengan kesempatan untuk belajar dan mendapatkan berbagai pengalaman baru yang akan menambah perspektif dan nilai hidup Anda sebagai seorang individu.

Merupakan hal yang wajar untuk merasa cemas saat Anda berada dalam tahap peralihan dari kehidupan perkuliahan ke dunia kerja. Situs pencari kerja terkemuka, Jobstreet.com menjabarkan 10 aturan terpenting untuk membantu kelancaran masa transisi dari anak kuliahan menjadi profesional muda.


1. Bekerja keras

Aturan pertama adalah untuk menjadi seorang manusia berguna yang berkontribusi bagi masyarakat sekitar. Hal ini akan memungkinkan Anda untuk mencapai stabilitas finansial untuk menjadi individu yang sepenuhnya mandiri. Pekerjaan tidak seharusnya diangap sebagai segalanya dalam hidup, tetapi menumbuhkan etos kerja yang baik akan membuahkan dampak positif ke depannya.

2. Bayar Tagihan Tepat Waktu

Menyusul poin di atas, selain memiliki etos kerja yang baik, membayar sewa dan tagihan tepat pada waktunya juga merupakan sebuah kebiasaan penting untuk ditumbuhkan. Disiplin dalam mengelola keuangan akan memastikan bahwa Anda meminimalisir resiko menumpuknya utang di masa depan.

3. Bersihkan Rumah Seminggu Sekali

Sekilas, hal ini mungkin tampak tidak relevan. Apa bedanya sih seberapa sering Anda membersihkan rumah? Jawabannya sedernaha, rumah yang bersih akan jauh lebih menenangkan pikiran dan lebih baik bagi kesehatan Anda daripada rumah yang berantakan dan kotor. Membersihkan rumah dengan rutin memang membutuhkan disiplin diri dan memakan energi, tetapi memelihara sebuah ruang yang bersih memakan jauh lebih sedikit energi dan waktu daripada membersihkan rumah yang kotor.
Seperti halnya dua aturan di atas, menumbuhkan disiplin dalam kebiasaan bersih-bersih Anda akan membantu Anda menjalankan kehidupan yang positif serta produktif.

4. Makan dengan Baik dan Hidup dengan Baik

Makan dengan baik bukan berarti makan dengan banyak. Makan dengan baik artinya mengkonsumsi makanan sehat yang memenuhi nutrisi bagi tubuh dan pikiran. Kepraktisan makanan cepat saji memang menggoda, fast food dirancang untuk memiliki rasa yang lezat, dengan harga yang jauh lebih murah dan mudah diakses oleh siapa saja. Anda mungkin tidak melihat adanya efek buruk pada usia 20an, tetapi mengkonsumsi makanan cepat saji setiap hari selama beberapa dekade akan memperlihatkan efek buruknya di kemudian hari.
Makanan yang disiapkan langsung dan segar selalu yang terbaik, demikian juga halnya dengan mengkonsumsi porsi sayur-mayur dan buah-buahan yang cukup setiap harinya. Berolahraga secara teratur juga penting untuk menjaga tubuh dan pikiran Anda tetap sehat dan kuat.

5. Bangun Relasi yang Bermakna

Alih-alih menjalin hubungan murni hanya untuk mengumpulkan kontak-kontak yang bermanfaat bagi karier Anda, berikan perhatian lebih untuk berinvestasi dalam menjalin hubungan berkualitas untuk jangka panjang. Orang pada umumnya tidak menanggapi obrolan dangkal atau isyarat tidak tulus seperti membombardir seorang kenalan baru dengan promosi penjualan yang laku keras. Berkenalan lebih dalam dengan seseorang terlebih dahulu sebelum meminta bantuan mereka.

6. Bepergian saat Anda bisa

Penting untuk menyisihkan sejumlah tertentu dari gaji bulanan Anda untuk simpanan darurat, tetapi tidak kalah penting untuk membuat sebuah tabungan untuk dana bepergian. Anda harus melihat sebanyak mungkin dunia, di saat Anda bisa. Yang dimaksud dengan bepergian bukanlah untuk pergi berbondong-bondong ke lokasi wisata yang sering dikunjungi, mengambil selfie sebanyak mungkin dan menyatakan bahwa Anda pernah ke tempat tersebut.
Yang dimaksud dengan bepergian yaitu mengeksplorasi berbagai budaya dan berinteraksi dengan penduduk setempat untuk memperoleh sudut pandang baru mengenai kehidupan. Pengalaman-pengalaman baru ini akan menginspirasi dan memotivasi Anda dengan cara yang tak pernah Anda bayangkan sebelumnya.

7. Stay grounded, but don’t be a pushover

Sebagai si anak baru di tempat kerja, Anda harus tetap rendah hati dan menunjukkan rasa antusias untuk mencoba tugas-tugas baru dan mempelajari hal-hal yang berbeda, tetapi kurangnya pengalaman yang Anda miliki tidak menjadikan Anda seorang 'gampangan' yang mudah untuk disuruh melakukan apa saja.

Anda digaji untuk keterampilan dan bakat Anda. Jika pada suatu saat Anda merasa dimanfaatkan atau dilecehkan dengan cara apa pun, bicarakan dan mintalah saran mengenai hal tersebut dengan seseorang.

8. Memiliki pikiran terbuka

Beberapa tugas yang diberikan pada Anda mungkin terlihat tidak berkaitan langsung dengan pekerjaan Anda, tetapi tetaplah berpikiran terbuka dan belajar sebanyak mungkin. Jika Anda memiliki keraguan, bertanyalah. Amati, dengarkan, dan proses informasi di sekitar Anda secara objektif. Bersikaplah terbuka dalam mencoba berbagai pendekatan saat berusaha memecahkan suatu masalah - ini merupakan cara terbaik untuk tumbuh dan berkembang.

9. Jangan takut untuk gagal

Satu-satunya cara untuk belajar adalah dengan membuat kesalahan. Biarkan diri Anda untuk gagal, tetapi belajarlah dari setiap pengalaman. Jangan biarkan rasa takut akan kegagalan mencegah Anda mencoba berbagai ide-ide berbeda. Anda tidak akan tahu jika belum mencoba suatu hal. Jika Anda tidak yakin apakah risikonya terlalu besar, tanyakan pada diri Anda sendiri, 'Apa hal terburuk yang mungkin terjadi?'

Jika jawabannya bukan 'kehancuran finansial perusahaan',' Anda mungkin berakhir di penjara', 'orang mungkin akan mati', atau 'kiamat', maka tidak masalah bagi Anda untuk mencobanya.

10. Menerima tantangan

Jangan takut untuk keluar dari zona nyaman. Begitulah cara tumbuh dan berkembang, baik sebagai seorang profesional maupun individu. Semakin banyak tantangan yang dihadapi, semakin tinggi rasa percaya diri yang Anda pupuk dan semakin banyak pula keterampilan yang akan diperoleh. Tantangan sudah sepantasnya terasa menakutkan; jika tantangan itu mudah, Anda tidak akan belajar hal baru apapun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
karier, dunia kerja

Editor : Rustam Agus
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top