Kuartal III/2019, Keuntungan Agensi YG Entertainment Turun Signifikan

Agensi asal Korea Selatan, YG Entertainment mencatatkan penurunan keuntungan atau profit signifikan pada kuartal ketiga tahun 2019.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 02 Oktober 2019  |  13:44 WIB
Kuartal III/2019, Keuntungan Agensi YG Entertainment Turun Signifikan
Yang Hyun-suk pendiri YG Entertainment di Seoul Metropolitan Police Agency. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Agensi asal Korea Selatan, YG Entertainment mencatatkan penurunan keuntungan atau profit signifikan pada kuartal ketiga tahun 2019. 

Dikutip dari Allkpop, KTB Investment & Securities baru-baru ini mengeluarkan proyeksi laba kuartal III/2019 tiga agensi hiburan Korea Selatan, dan YG Entertainment berhasil mengejutkan pasar dengan proyeksi margin keuntungan yang sangat kecil.

KTB memproyeksi agensi yang menaungi beberapa girlband dan boyband populer seperti Blackpink, Winner dan iKon tersebut hanya membukukan laba 5 juta KRW atau Rp58,9 juta pada kuartal ketiga tahun 2019. 

Hal ini menunjukkan penurunan besar untuk kinerja perusahaan dibandingkan masa kejayaannya beberapa tahun lalu. Angka yang diproyeksikan ini juga menunjukkan penurunan mencapai 98 persen year-on-year. 

YG Entertainment memang diketahui mengalami masa suram pada tahun ini dengan terpaan kasus mulai dari skandal prostitusi Seung-ri, kasus narkoba B.I dan skandal judi mantan CEO-nya Yang Hyun-suk. 

YG Entertainment juga harus membayar perusahaan fashion retail mewah, Louis Vuitton sebesar 67 miliar KRW atau Rp789 miliar pada 16 Oktober 2019 lalu karena kerugian investasi. 

Sementara itu, dua agensi besar lainnya seperti SM Entertainment dan JYP Entertainment membukukan laba yang 'ciamik' pada kuartal ketiga tahun ini. 

SM Entertainment diproyeksikan membukukan laba 14,3 miliar KRW atau Rp164,8 miliar dengan kenaikan 17,4 persen secara year-on-year. Keberhasilan ini didapat dari penjualan 1,45 juta album pada kuartal ketiga 2019 termasuk album Baekhyun (550.000 keping), Sehun & Chanyeol (410.000 keping), NCT Dream (340.000 keping), dan Red Velvet (120.000 keping). 

SM Entertainment juga memiliki rencana ekspansi ke Amerika Serikat dan kolaborasi dengan Marvel, serta debut SuperM. 

JYP Entertainment, di sisi lain juga diproyeksikan membukukan laba 12,2 miliar KRW atau Rp143,8 miliar dengan kenaikan 0,4 persen year-on-year. JYP Entertainment memiliki proyeksi pendapatan tinggi pada kuartal ketiga berkat rilis album TWICE dan hasil dari penjualan tiket konser girlgrup tersebut di Jepang.

Album debut ITZY juga memberikan sumbangsih untuk laba JYP Entertainment dengan penjualan sebanyak 100.000 keping, serta penjualan album Stray Kid terus meningkat tiap kali rilis.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Kpop, Boyband Korea

Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top