Ratu Ilmu Hitam Tingkatkan Level Teror Film Horor

Rapi Films bekerja sama dengan Sky Media meluncurkan official poster dan official trailer film Ratu Ilmu Hitam. Remake dari film horor legendaris berjudul sama yang dulunya dirilis di tahun 1981 ini menjanjikan teror yang berbeda dari film horor lainnya.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 02 Oktober 2019  |  18:38 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Rapi Films bekerja sama dengan Sky Media meluncurkan official poster dan official trailer film Ratu Ilmu Hitam. Remake dari film horor legendaris berjudul sama yang dulunya dirilis di tahun 1981 ini menjanjikan teror yang berbeda dari film horor lainnya.

Kolaborasi Kimo Stamboel pada posisi sutradara dan skenario dari Joko Anwar membuat film ini sangat layak ditunggu. Film dijadwalkan tayang pada 7 November 2019. Film Ratu Ilmu Hitam versi 2019 mengusung konsep baru dan mengambil sudut pandang lain dari film lainnya.

“Proses kami dalam memikirikan konsep cukup sulit, karena versi 1981 adalah film yang memiliki horor yang ikonik. Kami membangun konsep yang quite edgy sekali. Ini film gua yang berbeda dari yang sebelumnya, tapi kali ini gua mencoba push konsep dan semoga mendapat fans horor indonesia dan internasional,” imbuh Kimo saat ditemui Bisnis di Plaza Senayan, Jakarta.

Selain itu, Sunil Samtani selaku Produser mengungkapkan bahwa ia mencari film dengan intellectual property (IP) yang kuat selain pengabdi setan, sehingga Ratu Ilmu Hitam 1981 dari Suzana adalah jawaban yang tepat menurutnya.

“Saya sudah lama ingin bekerja sama dengan kimo. Waktu itu memilih IP apa yang tepat bersama dengan Kimo. Kemudian, saya menghubungi Joko Anwar untuk menulis skripnya yang dimana ternyata dirinya [Joko] adalah penggemar horor klasik dari Rapi, sehingga ia tetap menjaga value dari Ratu Ilmu Hitam dalam film ini,” ujar Sunil.

Sunil pun mengungkapkan bahwa dalam proses syuting film horor tersebut memiliki proses 24 hari, dengan pemilihan lokasi di Cirebon dengan perbandingan 90 persen.

Selain itu, ketika ditanyakan mengenai segi biaya produksi, Sunil membocorkan bahwa Ratu ilmu hitam berada pada angka di atas Rp10 miliar dan akan fokus di 60% produksi dan 40% untuk promosi,

“Kami akan kerahkan yang terbaik. Repotnya syuting di Cirebon, karena bila diluar kota akan ribet di logistik. Crew ada hampir 100 orang. Kemudian, bulan ini akan ada kejutan, bulan ratu ilmu hitam, kami bekerja sama dengan brand Martabakku Menteng. Ada konsep menu martabak dengan toping kelabang, cacing, [jeli dan agar-agar] edisi ratu ilmu hitam hanya di bulan oktober,” jelasnya.

Adapun, hal menarik lainnya adalah tentang poster yang dirilis, Sunil pun mengungkapkan alasan mengeluarkan dua versi poster.

“Saya pengen buka dua versi poster untuk yang pertama memberikan nuansa teror yang mencekam, dan poster kedua yang dapat menggaet dan diterima oleh milenial,” Imbuhnya.

Pada versi remake sunil optimis bahwa film Ratu Ilmu Hitam akan diganjar dengan rating 17+ karena menurutnya, produksi film tersebut melalui proses yang menjaga keceriaan untuk dinikmati bersama keluarga,

“Kami buat nya fun dan tidak memperlihatkan efek sadis, karena di full film akan dalam batas wajar karena targetnya juga untuk anak muda. Kemudian CGI [Computer-generated imagery] di kerjakan di Jakarta, Indonesia. Saya kagum dengan CGI yang levelnya sudah naik, pengerjaan CGI 3 bulan, vendornya ada 1 dengan 4 tim untuk menangani beberapa adegan,”

Ia pun mengungkapkan bahwa mengerahkan 4 tim untuk pengerjaan efek 3D dan CGI adalah karena proses tersebut yang menurutnya paling berat agar dapat menjaga dan memberikan peningkatan pada level teror yang berbeda.

Ratu Ilmu Hitam bercerita tentang Hanif (diperankan oleh Ario Bayu) membawa Nadya (Hannah Al Rashid) istrinya dan ketiga anak mereka ke panti asuhan tempat Hanif dulu dibesarkan. Pengasuh panti itu, Pak Bandi (Yayu Unru), sudah sangat tua dan sakit keras, Hanif datang untuk menjenguk setelah bertahun-tahun tidak bertemu. Dua sahabat Hanif saat tinggal di panti, Anton (Tanta Ginting) dan Jefri (Miller Khan) juga datang bersama istri-istri mereka.

Malam itu mereka semua tiba di panti asuhan yang terletak di luar kota dan jauh dari pemukiman penduduk itu. Mereka bermaksud bermalam di sana untuk memberikan penghormatan terakhir buat orang yang telah mengasuh mereka sejak kecil.

Mereka menyangka malam itu akan jadi malam yang penuh kedamaian. Mereka segera memahami bahwa mereka salah. Satu per satu dari mereka mengalami keganjilan yang mengerikan. Sebagian diteror oleh hal-hal yang paling mereka takuti.

Seseorang menginginkan mereka mati, tampaknya dengan ilmu hitam yang sangat hebat. Seseorang yang mungkin punya dendam. Seseorang yang mengetahui sesuatu yang pernah dilakukan Hanif dan kawan-kawannya ketika di panti.

Hanif dan kedua sahabatnya harus mengingat kembali beberapa kejadian yang coba mereka lupakan. Sesuatu yang mereka buang dari ingatan untuk bisa hidup seperti manusia normal. Film Ratu Ilmu Hitam versi terbaru dibintangi oleh Ario Bayu, Hannah Al Rashid, Imelda Therinne, Miller Khan, Tanta Ginting, Salvita DeCorte, Zara JKT48, Ade Firman Hakim, Ruth Marini, Yayu Unru, Putri Ayudya, Shenina Cinnamon, Giulio Parengkuan, Gisellma Firmansyah, Sheila Dara Aisha, Muzakki Ramdhan, serta Ari Irham.

Perpaduan Kimo dan Joko akan membawa perspektif baru kepada film Ratu Ilmu Hitam. Cerita yang digarap akan terasa segar karena disesuaikan dengan keadaan masa sekarang. Ratu Ilmu Hitam siap meneror penonton horor Indonesia.

Kimo menjanjikan bahwa film ini akan berbeda dari versi sebelumnya. Selain itu seperti yang terlihat di trailer, banyak sekali kejutan menanti penonton film horor Indonesia. Teror yang diberikan benar benar fresh untuk ukuran Indonesia. Terutama karena film ini mengusung santet dengan bermacam variasinya.

Ratu Ilmu Hitam versi tahun 1981 cukup ikonik karena dianggap salah satu film horor terbaik yang pernah ada. Film ini diakui oleh Festival Film Indonesia dan meraih lima nominasi untuk aktris terbaik (Suzanna), pemeran pembantu terbaik (W.D. Mochtar), penyunting terbaik, penata artistik terbaik, dan sinematografi terbaik dalam Festival Film Indonesia 1982.

Bukan hanya dalam negeri, film ini juga merupakan salah satu film horor Indonesia yang dikenal secara internasional. Di Amerika film ini diberi judul “Queen of Black Magic”, lalu di Prancis diberi nama “Exorcisme Noir”, juga dirilis di beberapa negara lain seperti Spanyol, dan beberapa negara Eropa lainnya.

Setahun sebelumnya, Rapi Films membuat ulang film “Pengabdi Setan” yang mempunyai status cult yang sama seperti “Ratu Ilmu Hitam”. Kedua film ini diharapkan dapat membuka lagi mata generasi muda terhadap katalog film-film horor Rapi Films yang telah memperkaya khazanah dunia horor Indonesia.

Film “Ratu Ilmu Hitam” tayang mulai 7 November 2019 di bioskop seluruh Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Film

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top