Kontroversi Film Joker, Todd Phillips dan Joaquin Phoenix Buka Suara

Sutradara film Joker (2019) Todd Phillips dan pemeran utama Joaquin Phoenix angkat suara soal kontroversi yang terjadi menjelang pemutaran perdana film mereka di pasar Amerika Serikat pada 4 Oktober waktu setempat.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 03 Oktober 2019  |  16:05 WIB
Kontroversi Film Joker, Todd Phillips dan Joaquin Phoenix Buka Suara
Joaquin Phoenix (kiri) dan Todd Phillips (kanan) - Hollywood Reporter

Bisnis.com, JAKARTA – Sutradara film Joker (2019) Todd Phillips dan pemeran utama Joaquin Phoenix angkat suara soal kontroversi yang terjadi menjelang pemutaran perdana film mereka di pasar Amerika Serikat pada 4 Oktober waktu setempat.

Dilansir Hollywood Reporter, Kamis (3/10/2019), pada kesempatan tanya-jawab dalam ajang New York Film Festival (NYFF) keduanya menyebut bahwa adegan kekerasan dalam film bukanlah hal yang tidak bertanggung jawab.

“Bagi saya, bukankah hal yang baik untuk menempatkan implikasi dunia nyata tentang kekerasan? Jadi saya terkejut ketika dikatakan itu tidak bertanggung jawab, karena bagi saya ini sangat tanggung jawab untuk membuat cerita terasa lebih nyata hingga memiliki bobot dan implikasi,” kata Phillips.

Selain itu, di tengah ramainya sentimen yang timbul terkait filmnya itu, Phillips menegaskan bahwa Joker akan berbicara lewat filmnya sendiri, tidak melulu tentang penafsiran orang lain yang mengatakan ini dan itu.

Adapun Phoenix menyampaikan kepada hadirin NYFF bahwa dia telah meluangkan waktu yang cukup untuk memutuskan apakah akan mengambil peran Joker atau tidak, termasuk implikasi yang akan timbul setelah filmnya dibuat.

“Saya juga memberikan naskah [film] ke semua saudara perempuan dan ibu. Bahkan, seluruh anggota keluarga telah membacanya dan kami sudah banyak berdiskusi tentang hal itu,” ujarnya.

Kontroversi penayangan film Joker dikaitkan dengan adegan kekerasan yang dikhawatirkan bakal memicu sebagian orang melakukan hal yang sama di dunia nyata. Persoalannya, menurut para pengkritik, karakter Joker digambarkan sebagai sosok idola kejahatan.

Keriuhan ini juga dikaitkan dengan tragedi penembakan massal yang terjadi 7 tahun lalu, saat pemutaran perdana film The Dark Night (2012) di Aurora, Colorado, Amerika Serikat.

Alhasil, kepolisian setempat bakal mengerahkan personelnya untuk berjaga-jaga selama pemutaran perdana film Joker akhir pekan ini. Begitu pula dengan jaringan bioskop Amerika Serikat yang akan menambah personel keamaan dan melarang pemakaian kostum atau cosplay saat menonton film.

Warner Bros selaku distributor film telah menegaskan bahwa karakter Joker dalam film ini sama sekali tidak mendukung kekerasan di dunia nyata dalam bentuk apa pun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
film hollywood, kekerasan

Editor : Saeno
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top