Diduga Buka Sekolah Akting Palsu, Aktor James Franco Dituntut

Dua wanita mengajukan gugatan perdata terhadap aktor Hollywood James Franco. Keduanya menuduh Franco menjalankan sekolah film palsu di mana wanita muda yang ingin berkarir di dunia akting, ditipu untuk mengikuti audisi telanjang atau melakukan adegan seks secara eksplisit.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 04 Oktober 2019  |  14:51 WIB
Diduga Buka Sekolah Akting Palsu, Aktor James Franco Dituntut
sumber: Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Dua wanita mengajukan gugatan perdata terhadap aktor Hollywood James Franco. Keduanya menuduh Franco menjalankan sekolah film palsu di mana wanita muda yang ingin berkarir di dunia akting, ditipu untuk mengikuti audisi telanjang atau melakukan adegan seks secara eksplisit.

Gugatan diajukan di Pengadilan Tinggi Los Angeles. Tuduhan menyebutkan aktor 41 tahun, nominator Oscar yang saat ini membintangi serial televisi HBO "The Deuce," ini, mengeksploitasi aktor yang bercita-cita tinggi di sekolah yang sekarang sudah tidak ada.

Pengacara Franco, Michael Plonsker, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kliennya belum dilayani oleh gugatan hukum.

"James tidak hanya akan sepenuhnya membela diri, tetapi juga akan mencari ganti rugi dari penggugat dan pengacara mereka karena mengajukan publisitas keji ini untuk mencari gugatan," kata Plonsker, dilansir Reuters, Jumat (4/10/2019).

Menurut gugatan, kedua wanita itu yakni aktris Sarah Tither-Kaplan dan Toni Gaal. Keduanya mengatakan mendaftar di sekolah film Franco pada 2014. Mereka menuduh Franco dan dua pria lain yang terkait dengan perusahaan produksinya yang bernuansa pelecehan seksual, penipuan dan pelanggaran lainnya.

Para siswa disebutkan didorong untuk membayar US $750 untuk mengikuti kelas master adegan seks dan harus mengikuti audisi telanjang atau sebagian telanjang. Setelah menyelesaikan kelas, Tither-Kaplan ditawari peran dalam proyek di mana Franco muncul dalam adegan pesta pora dengan wanita.

Gugatan itu juga mengutip komentar yang dibuat oleh Franco pada awal Januari 2018 dalam sebuah penampilan di "The Late Show" karya Stephen Colbert beberapa hari setelah Dia menghadapi tuduhan pelanggaran seksual di Twitter. Dia diminta di acara itu untuk mengomentari tuduhan yang dibuat terhadapnya di media sosial.

Gugatan mengutip komentarnya pada acara itu. Franco disebutkan mengatakan, "Jika saya telah melakukan sesuatu yang salah, saya akan memperbaikinya. Saya harus melakukannya. Gugatan juga mengatakan bahwa Franco dan rekan-rekannya telah melakukan kesalahan besar kepada aktor siswa sekolah akting dan tidak melakukan apa pun untuk memperbaiki kesalahan ini.

Film-film terkenal Franco termasuk "127 Hours," "Spider-Man" dan "The Disaster Artist." Pada upacara Golden Globes pada 7 Januari 2018, Franco mengenakan pin gerakan Time Up yang mendukung korban pelecehan seksual.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hollywood

Editor : Andhika Anggoro Wening
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top