2030 Indonesia Kemungkinan Akan Dilanda Tsunami Katarak, Ini Alasannya

Dilihat dari pergeseran piramida penduduk mulai dari tahun 2010, ia menyebutkan ada terjadi sebuah wabah yang dinamakan tsunami katarak yang terjadi akibat peningkatan angka harapan hidup pada tahun 2030 mendatang.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 07 Oktober 2019  |  21:10 WIB
2030 Indonesia Kemungkinan Akan Dilanda Tsunami Katarak, Ini Alasannya
Katarak penyebab utama kebutaan di Indonesia - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Hasil survey riset kesehatan Kementerian Kesehatan pada tahun 2014 hingga 2016 yang dilakukan bersama Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) di 15 provinsi di Indonesia menyebutkan ada sekitar 3 persen angka kebutaan dari total populasi penduduk Indonesia di atas 50 tahun.

Penyebab kebutaan ini bisa jadi memiliki banyak faktor, namun penyebab utamanya berdasarkan pada survey ini mayoritas disebabkan oleh katarak yang menyentuh angka 81 persen.

“Saat ini, ada 8 juta penduduk mengalami gangguan penglihatan di Indonesia. 6,4 juta mengalami gangguan penglihatan berat, dan 1,6 juta gangguan penglihatan ringan. 80 persen diantaranya bisa diobati, dengan angka 1,3 juta orang di Indonesia yang mengalami kebutaan karena katarak,” jelas Ketua Perdami, dr. M. Siddik di Kemenkes pada Senin (7/10/2019).

Dilihat dari pergeseran piramida penduduk mulai dari tahun 2010, ia menyebutkan ada terjadi sebuah wabah yang dinamakan tsunami katarak yang terjadi akibat peningkatan angka harapan hidup pada tahun 2030 mendatang.

“Pada tahun 2030 kurang lebih sepertiga atau seperempat orang di Indonesia berada di usia 50 tahun dan dampaknya Indonesia mengalami tsunami katarak karena konsekuensi dari peningkatan angka harapan hidup yang meningkat adalah bertambahnya jumlah pasien buta karena katarak,” jelasnya.

Tsunami katarak lebih lanjut dijelaskan memang diiringi dengan kenaikan angka harapan hidup yang pada tahun 2030 mencapai usia 75 tahun yang dikarenakan perbaikan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Namun, pencegahan potensi mengalami kebutaan akibat katarak menurutnya masih dapat dicegah. Ia menuturkan, dengan edukasi yang tepat dan operasi mata sedini mungkin, laju peningkatan angka kebutaan akibat katarak bisa ditekan.

“Sebanyak 300 ribu lebih operasi katarak dilakukan per tahunnya. Kasus katarak dipengaruhi juga oleh pengetahuan penduduk yang merasa katarak tidak bisa disembuhkan atau dicegah," pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mata, buta, katarak

Editor : Akhirul Anwar
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top