Populerkan Purun, Desainer Vivi Zubaedi Bidik New York dan Dubai

Desainer busana muslim khusus abaya yakni Vivi Zubedi memiliki mimpi untuk membuka outlet di New York dan Dubai. Harapan tersebut pun sejalan untuk membawa kerajinan tangan tradisional asal Indonesia semakin tenar di kancah internasional.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 15 November 2019  |  10:49 WIB
Populerkan Purun, Desainer Vivi Zubaedi Bidik New York dan Dubai
Fashion show yang menampilkan karya The Purun yang berkolaborasi dengan Vivi Zubedi dari IKRA Indonesia. Purun mulai dipadu padankan dalam busana di luar negeri. Novita Sari Simamora

Bisnis.com, JAKARTA--Desainer busana muslim khusus abaya yakni Vivi Zubedi memiliki mimpi untuk membuka outlet di New York dan Dubai. Harapan tersebut pun sejalan untuk membawa kerajinan tangan tradisional asal Indonesia semakin tenar di kancah internasional.

Vivi menuturkan bahwa bila berbicara terkait busana muslim maka yang ada dalam benaknya saat pertama sekali adalah abaya. Abaya adalah busana khas Arab yang umumnya berwarna hitam dan perpotongan longgar dan panjang, dikenakan sebagai baju luar ketika berada di luar rumah.

Selain memiliki mimpi membuka outlet di luar negeri, kini mantan akuntan ini telah memiliki 14 outlet yang tersebar di Indonesia. Dia pun tak habis berkreativitas dengan mengembangkan beraneka ragam konsep di dunia fesyen.

Kali ini, Vivi membawa purun atau kerajinan tangan anyam dalam pertunjukan fesyen di Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2019. Konsep yang diusung oleh Vivi adalah The Purun, yang diambil dari Banjarbaru.

"Purun di luar sudah menjadi tren, tetapi di Indonesia belum. Maka saya ingin menjadikan purun sebagai tren di Indonesia dan saya juga membawa pengrajin dari Banjarbaru," ungkapnya di Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Vivi berharap kerajinan tangan purun bisa dikenal oleh masyarakat di Ibu Kota dan internasional. Dalam pertunjukan fesyen, model-model membawa sekitar dua hingga tiga tas purun melenggang catwalk.

Adapun ISEF 2019 bekerja atas kerja sama Bank Indonesia dengan Indonesian Fashion Chamber (IFC) dan Indonesia Halal Lifestyle Centre (IHLC). Perhelatan ini juga menampilkan etalase 78 karya perancang budasa muslim di Indonesia melalui pameran business to business.

Ajang syariah terbesar di Indonesia ini juga berpotensi mengundang pembeli dari dalam dan luar negeri untuk dipertemukan dengan perancang busana muslim di Indoensia melalui proses kurasi dan telah dibina untuk mempersiapkan brand dan produk siap ekspor.

Fashion show yang digelar selama dua hari, setiap harinya Sustainable & Ethical Fashion ISEF 2019 menghadirkan rangkaian fashion show yang terdiri dari tiga sesi.

Pada hari pertama, fashion show sesi pertama menampilkan karya dari “The Purun” berkolaborasi dengan Vivi Zubedi dari IKRA Indonesia, Saffana dengan tema Tennung Madika yang menggunakan tenun dari Sulawesi Selatan, Itang Yunasz dengan tema Nusantara untuk Dunia yang menggunakan songket dari Sumatera Barat, Rosie Rahmadi dengan tema Barasarira yang menggunakan batik dari DKI Jakarta, Tutyadib dengan tema Lagak That yang menggunakan songket dari Aceh, WAD Studio (We A De) by Anti Dewi dengan tema Espoir

Kemudian, Wignyo Rahadi dengan tema Rising Tapis yang menggunakan kain Tapis dari Lampung, Vee House by Alvy Oktrisni dengan tema Three of Life, didukung oleh Batik Sarita Toraja Manik Manik Annie Toraja Gallery, Dian Pelangi dengan tema Beauty In Diversity yang menggunakan songket dari Riau dan Kepulauan  Riau, Irmaintan dengan tema Patirangga yang menggunakan tenun dari Sulawesi Tenggara, Neera Alatas dengan tema Enchanting Mandalika yang menggunakan tenun dari Nusa Tenggara Barat, Defika Hanum dengan tema Rhythm, Irna La Perle Heritage dengan tema Groetuit de Preanger yang didukung oleh Tenun Garut Hendar Jawa Barat.

Fashion show sesi kedua menampilkan karya dari AM by Anggiasari dengan tema Fibrin, Najua Yanti dengan tema Altabieu (The Nature), Yanti Adeni dengan tema Hola Miak, LÉGAN by Runny Soema di Pradja dengan tema kibo, De Chantique by Nining Santoso, Irma Hakim dengan tema Transparansi, Aprilia dengan tema Awal Mula/Natural, Medina Zein dengan tema La Belle, Alfatir Muhammad dengan tema Silent.

Dengan tema Jana, Tenoen Osing by Sanet Sabintang kolaborasi dengan Sekar Bakung Batik dengan tema Matsumoto Castle, L.tru dengan tema Infinie, Jeny Tjahyawati dengan tema Rock The Casbah, dan brand tas Doris Dorothea untuk melengkapi penampilan koleksi Medina Zein, kami., dan LÉGAN.

Sedangkan fashion show sesi ketiga menampilkan karya dari Desainer Lisa Fitria dengan tema The Window, Aninda Nazmi dengan tema Deep portray, Ina Priyono dengan tema Alas, Hannie Hananto dengan tema Eten, Meccanism dengan tema Kaba, Meeta Fauzan dengan tema Embun Pagi, ASK by Asky dengan tema Luminous, Iva Lativah dengan tema Lirik, Reborn29 by Syukriah Rusydi dengan tema Gakusei, Shafira dengan tema Raison d’etre, Khanaan dengan tema Sedasa, Sessa by Monika Jufry dengan tema Hidden Beauty #2, Rasya Shakira dengan tema Serene.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
fashion

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top