Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kinerja Film Warner Bros Sepanjang 2019

Perusahaan hiburan global, Warner Bros bersusah payah untuk menawarkan berbagai jenis film sepanjang tahun berjalan 2019. Namun, hal tersebut tidak begitu membantu kinerja pendapatan film-film yang dirilis.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 18 November 2019  |  14:28 WIB
Warner Bros kembali akan menghentakkan dunia hiburan dengan film terbarunya Joker - istimewa
Warner Bros kembali akan menghentakkan dunia hiburan dengan film terbarunya Joker - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan hiburan global, Warner Bros bersusah payah untuk menawarkan berbagai jenis film sepanjang tahun berjalan 2019. Namun, hal tersebut tidak begitu membantu kinerja pendapatan film-film yang dirilis.

Perusahaan tersebut, telah merilis lebih dari 10 judul film pada tahun ini tetapi hanya segelintir yang berhasil mendapat sukses besar. Salah satunya tentu saja Joker (2019) yang telah mengumpulkan pendapatan lebih dari US$1 miliar.

Film lain yang terbilang sukses antara lain Shazam! (2019) dengan pendapatan US$364,5 juta; Pokemon: Detective Pikachu (2019) dengan pendapatan US$431,7 juta; dan It Chapter Two dengan pendapatan US$466,4 juta.

Sayangnya, lebih banyak film dari Warner Bros pada tahun ini yang mengalami kinerja mengecewakan dan jauh dari ekspektasi.

Sebut saja The Lego Movie: The Second Part (2019) yang hanya berhasil mengumpulkan US$191,3 juta dari bujet produksi yang diperkirakan memakan biaya sebesar US$99 juta. Ada juga Godzilla: King of the Monsters (2019) dengan pendapatan US$385,9 juta dari biaya produksi sekitar US$170 juta.

Belum lagi, beberapa film di semester kedua tahun ini yang memulai debutnya dengan sangat lamban. Doctor Sleep (2019) yang baru mengumpulkan penghasilan US$53,8 juta di minggu kedua penayangan dan The Good Liar (2019) yang memulai debut pekan perdana hanya dengan US$5,6 juta.

“Mereka [Warner Bros] melemparkan banyak barang ke tembok [tidak berhasil]. Beberapa hanya kesepakatan distribusi dan beberapa dibiayai bersama. Jadi sulit untuk mengetahui seberapa banyak penghasilan yang mereka miliki,” kata Eric Handler, analis media dari MKM Partners seperti dikutip Variety, Senin (18/11/2019).

Dia menambahkan bahwa Joker menjadi film yang akan menebus banyak tinta merah dalam kinerja perfilman Warner Bros. Akan tetapi, dia juga tidak yakin bahwa film itu bisa menutupi seluruh catatan kurang baik dalam rapor tahun ini.

Kehadiran berbagai genre yang dirilis perusahaan tidak menimbulkan hasil positif. Handler bahkan menyebut industri saat ini berada dalam tahapan yang sangat kompetitif sehingga perlu titik kuat bagi sebuah film untuk dirilis, bukan hanya sekadar coba-coba.

“Tidak ada tempat lagi dalam hiburan untuk pasar yang tidak jelas. Orang-orang memiliki begitu banyak pilihan hari ini. Mereka tidak merasa perlu pergi ke bioskop hanya karena ada film baru yang diputar,” imbuhnya.

Warner Bros akan menutup tahun ini dengan merilis film Just Mercy (2019) yang dijadwalkan tayang 25 Desember mendatang. Film ini diharapkan bisa memberi tambahan penghasilan bagi perusahaan karena telah mendapatkan respon positif di beberapa festival dan dirilis pada musim liburan akhir tahun.

Kendati kinerja Warner Bros pada tahun ini tidak begitu maksimal, analis memperkirakan bahwa perusahaan ini akan rebound pada tahun depan dengan jajaran film menarik.

Film-film Warner Bros yang telah terkonformasi akan rilis pada 2020 adalah Wonder Woman: 1984 dan  Birds of Prey dari semesta DCEU. Ada juga Tanet arahan sutradara Christopher Nolandan The Many Saints of Newark arahan Alan Taylor serta Godzilla vs Kong dari Adam Wingard.

“Dengan dua film dari DC, film Christopher Nolan, dan Godzilla vs Kong, Warner Bros seharusnya memiliki kinerja yang baik dari waralaba besar yang akan datang,” kata Handler.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

time warner
Editor : Syaiful Millah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top