Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Serat dan Yogurt Perkecil Risiko Sakit Kanker Paru

Orang yang makan lebih banyak serat dan yogurt mungkin lebih kecil terserang kanker paru dibandingkan mereka yang tidak banyak mengonsumsi makanan ini, menurut sebuah studi dalam jurnal JAMA Oncology.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 23 November 2019  |  06:45 WIB
Model memperkenalkan minuman berbasis susu KIN Bulgarian Yogurt yang diluncurkan PT ABC Kogen Dairy, di Jakarta, Kamis (22/3/2018). - JIBI/Nurul Hidayat
Model memperkenalkan minuman berbasis susu KIN Bulgarian Yogurt yang diluncurkan PT ABC Kogen Dairy, di Jakarta, Kamis (22/3/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Orang yang makan lebih banyak serat dan yogurt mungkin lebih kecil terserang kanker paru dibandingkan mereka yang tidak banyak mengonsumsi makanan ini, menurut sebuah studi dalam jurnal JAMA Oncology.

Untuk sampai pada kesimpulan itu, para peneliti memeriksa data dari 10 studi sebelumnya yang melibatkan hampir 1,45 juta orang dewasa di Asia, Eropa, dan Amerika Serikat.

Setelah mengamati selama rata-rata 8,6 tahun, 18.822 kasus kanker paru didokumentasikan.

Peneliti menemukan bahwa mereka yang mengkonsumsi yoghurt 19 persen lebih kecil kemungkinannya terkena kanker paru-paru, ketimbang yang tidak mengonsumsinya.

Sementara itu, orang-orang yang memiliki serat paling banyak dalam diet mereka, 17 persen lebih kecil terserang kanker paru-paru dibandingkan mereka yang makan paling sedikit serat.

Mereka yang asupan serat dan yogurtnya tertinggi sebanyak 33 persen lebih rendah terkena kanker paru.

"Studi kami menunjukkan potensi manfaat kesehatan peningkatan asupan serat dan yogurt dalam pencegahan kanker paru-paru," kata penulis penelitian Dr. Xiao-Ou Shu dari Vanderbilt University Medical Center di Nashville, Tennessee seperti dilansir Channel News Asia.

Kedua jenis makanan ini bisa mengubah mikrobiota usus - bakteri yang hidup di saluran pencernaan - yang membantu melindungi terhadap kanker, menurut hipotesis penulis studi.

Serat dan yogurt dapat membantu melindungi terhadap peradangan, yang pada gilirannya membantu mengurangi potensi tumor untuk berkembang.

Makanan kaya serat biasanya memiliki banyak prebiotik, senyawa tak tercerna yang dapat difermentasi dalam usus dan berfungsi sebagai makanan bagi bakteri menguntungkan, Yogurt juga memiliki banyak bakteri bermanfaat, atau probiotik.

Banyak penelitian yang menghubungkan mikrobiota usus dengan sistem kekebalan tubuh secara keseluruhan. Beberapa studi baru-baru ini menunjukkan mikrobiota usus mungkin memainkan peran dalam peradangan paru-paru.

"Meskipun penyelidikan lebih lanjut diperlukan untuk mereplikasi temuan ini dan menguraikan mekanisme yang mendasarinya, penelitian kami menunjukkan potensi manfaat kesehatan dari meningkatkan asupan serat dan yogurt dalam pencegahan kanker paru-paru," kata peneliti.


 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

yogurt kanker paru-paru

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top