Jalan Cepat Bisa Jadi Alternatif Olahraga Murah Menyehatkan

Sonia mengatakan olahraga sangat penting saat ini mengingat masyarakat sekarang lebih memilih menghabiskan waktunya untuk bermain gadget dibandingkan melakukan aktivitas fisik.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 04 Desember 2019  |  08:35 WIB
Jalan Cepat Bisa Jadi Alternatif Olahraga Murah Menyehatkan
Jalan kaki. - Reuters.com

Bisnis.com, JAKARTA – Dokter Sonia Wibisono menyebutkan dibandingkan berlari, berjalan cepat bisa jadi olahraga yang menyehatkan bagi kaum urban seperti saat ini.

Ditemui di fX Sudirman, Jakarta Pusat, pada Selasa (3/11/2019), Sonia mengatakan olahraga sangat penting saat ini mengingat masyarakat sekarang lebih memilih menghabiskan waktunya untuk bermain gadget dibandingkan melakukan aktivitas fisik.

“Olahraga itu penting banget karena orang sekarang kan banyak main komputer. Anak-anak juga kebanyakan main gadget. Jadi memang kebanyakan main gadget, jadi harus banyak olahraga. Karena kalau olahraga kan aliran darah kita menjadi lancar ke jantung, ke sel-sel. Tiap hari 30 menit sekali harus itu berolahraga,” terangnya.

Jika tidak sempat berolahraga di pusat olahraga seperti tempat gym atau lapangan olahraga, Sonia berujar olahraga pun bisa dilakukan di rumah atau sekitarnya.

“Di rumah aja sebenarnya [olahraga] atau keliling rumah. Jalan cepat itu bagus banget dibandingkan lari. Karena sekarang banyak yang lari, tapi hati-hati bisa kena lutut. Jadi penting olahraga yang benar sesuai dengan kemampuan masing-masing tubuhnya," katanya.

Lebih lanjut, Sonia mengatakan selain baik untuk tubuh, jalan cepat juga sangat murah karena tidak membutuhkan alat atau lokasi yang memadai. Jalan cepat, lanjutnya, pun bisa dibiasakan mulai dengan durasi 15 menit per hari.

“Jalan cepat setiap hari mulai dari 15 menit dulu. Jalan cepet paling bagus dan paling murah nggak bikin sakit punggung. Kalau golf kan mahal dan bikin sakit punggung atau lari marathon juga bisa cedera di lutut sama tumit. Kalau lari kebas lutut, tubuh kita membebani lutut. Nanti lama-lama lututnya radang sendi, radang tumit. Itu banyak kejadian karena maraton lari," jelasnya.

“Kalau jalan cepat enggak [berisiko cedera]. Yang penting sepatunya, dan jangan jalan di jalan berbatu,” tambahnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
olahraga

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top