Kenangan Putri Pertama Saat Ciputra Bersama Sang Pencipta

Kepergian Ciputra menemui Sang Pencipta meninggalkan jutaan kenangan yang terlupakan bagi putra dan putrinya.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 05 Desember 2019  |  00:15 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Kepergian Ciputra menemui Sang Pencipta meninggalkan jutaan kenangan yang terlupakan bagi putra dan putrinya.

Bagi putri pertama Ciputra yakni Rina Ciputra, didikan yang paling diingat olehnya dari sang ayah adalah selalu untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Dengan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta dan selalu melakukan kebaikan maka sifat ikhlas akan selalu ada.

“Papi anak Tuhan Yesus. Itu yang diajarkan pada kami, anak-anaknya. Hal itu jugalah yang saya tiru dan lakukan pada anak-anak saya,” ungkapnya dalam kebaktian tutup peti Ciputra, Rabu (4/12/2019).

Saat ibadah penutupan peti, Junita Ciputra menuturkan bahwa selama seminggu terakhir, ayahnya telah masuk ruang ICU dan menjalani dialysis. Menurutnya, dialysis sangat berat sekali bagi orang tua.

Walaupun begitu, Ciputra telah berjuang menjaga kesehatan dengan rutin berenang dan menjaga pola konsumsi. Junita mengenang bahwa sejak memasuki usia senja, ayahnya juga sangat disiplin dalam menata jenis makanan yang dikonsumsi.

“Saya merasa sangat diberkati, karena dalam setahun ini bisa mendampingi papi. Papi menjalani dialysis dan masuk ICU seminggu. Dialysis berat sekali untuk orang tua,” katanya.

Ciputra lahir di Parigi, Sulawesi Tengah, 24 Agustus 1931 dan berpulang ke Sang Pencipta pada usia 88 tahun, tepatnya pada 27 November 2019 pada 01.05 di Singapura pada waktu setempat.

Usai Ciputra menghembuskan nafas terakhir, putra dan putri mengadakan kebaktian penghiburan selama 7 malam, yang dimulai setiap pukul 18.00 WIB. Jenazah Ciputra akan dimakamkan pada 5 Desember 2019 yang direncanakan pukul 10.30 WIB di pemakaman keluarga, Desa Sukamaju Jonggol.

Cakra Ciputra dan Candra Ciputra mengakui bahwa ayah mereka memiliki disiplin yang tinggi dan sangat tegas dalam mendidik anak-anaknya. Tak bisa dipungkiri, sikap tegas diperoleh Ciputra karena dia tak bisa memprediksikan hal yang bakal terjadi esok hari.

Candra juga mengenang bahwa ayahnya sangat senang bekerja dan suka sekali bila diberikan pekerjaan. Namun yang tak pernah dilupakannya bahwa pria yang membesarkannya sangat senang melakukan kebaikan dan bergaul akrab dengan Tuhan. Kini Ciputra telah kembali kepada Sang Pencipta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ciputra

Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top