Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

2020, Game Moba Kian Diminati

Industri kreatif di Indonesia tengah berbenah, salah satunya produk gim. Pada Januari 2020 developer game asal Indonesia, Anantarupa Studios telah mengumumkan bahwa mereka akan segera merilis game Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) baru buatannya yang bernama Lokapala.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 02 Januari 2020  |  12:18 WIB
Ilustrasi kafe siber - wikimedia commons
Ilustrasi kafe siber - wikimedia commons

Bisnis.com, JAKARTA -- Industri kreatif di Indonesia tengah berbenah, salah satunya produk gim. Pada Januari 2020 developer game asal Indonesia, Anantarupa Studios telah mengumumkan bahwa mereka akan segera merilis game Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) baru buatannya yang bernama Lokapala.

Diana Paskarina, selaku co-founder dan COO Anantarupa mengatakan bahwa Anantarupa Studios, sebuah developer game asal Jakarta, baru saja mengumumkan bahwa mereka tengah mengerjakan sebuah game MOBA bernama Lokapala. Game ini didapuk sebagai game MOBA pertama yang dibuat oleh developer dari Indonesia, bahkan Asia Tenggara.

Game tersebut diketahui memiliki gameplay yang cukup mirip dengan game-game MOBA lain seperti Mobile Legends dan Arena of Valor. Hanya saja hero yang dihadirkan di game tersebut kebanyakan mengandung unsur budaya Indonesia yaitu karakter-karakter lokal seperti Gatotkaca, Gajah Mada, dan masih banyak lagi.

Anantarupa sendiri merupakan developer yang berspesialisasi dalam membuat game AR dan VR, seperti untuk produk makanan Choki-Choki dan Boboiboy, lalu pada tahun ini membuat Petualangan Nabati Doraemon. Selain itu, mereka juga membuat game resmi dari Asian Games 2018.

Adapun Diana menambahkan bahwa pengembangan game ini tersebut merupakan usaha Anantarupa dalam memeriahkan dunia esport di tanah air, terutama dengan berkembang pesatnya esport di Indonesia dan di seluruh dunia.

"Alasan kami mengembangkan game bergenre MOBA adalah karena kami ingin supaya Indonesia bukan hanya menjadi target-market dari game buatan luar negeri, tetapi mampu mengembangkan game yang mampu menembus pasar internasional dan sekaligus mengenalkan budaya Indonesia," kata Diana Paskarina, selaku co-founder dan COO Anantarupa.

Lanjutnya, dari data yang pihaknya kumpulkan, 67 persen esports game bergenre MOBA masih memiliki demand yang tinggi, sementara Compound Annual Growth Rate (CAGR) berkembang lebih dari 28 persen per-tahun.

“Indonesia sendiri, market-nya berkembang lebih dari 37 persen per-tahun, sehingga peluang untuk mendapatkan market baru sangat besar."

Anantarupa sendiri dibantu oleh beberapa developer asal Korea yang sudah memiliki pengalaman lebih dari 20 dalam mengembangkan game online.

Potensi Industri Game di 2020

Diana mengatakan bahwa pihaknya gerah melihatnya industri game di indonesia yang bergerak stagnan dalam kurun waktu 10 tahun, padahal menurutnya perkembangan game secara global sangat cepat dan berpotensi khususnya semenjak esport dari 2017.

Ia memahami bahwa kolaborasi dengan berbagai pihak dan dukungan pemerintah mampu untuk mendorong potensi industri gim di Indonesia. Ia pun menjelaskan bahwa untuk bisa bersaing dengan international-level game-developer, pihaknya melakukan transfer teknologi dan knowledge dari tim developer Korea yang sudah sangat berpengalaman.

“Untuk membuat game serupa di China, dana yang diperlukan minimal adalah mulai dari US$8 juta." Lanjutnya.

Kemudian, ia mengatakan bahwa dukungan pemerintah dan berbagai pihak tentunya harus mulai berjalan di 2020 ini.

“Kami mau memulai pergerakan agar industri lokal bahwa kita bisa loh, kalau pemerintah aware dengan kondisi ini tentunya support dari pemerintah kami sadari tidak dapat secara instan karena mereka butuh waktu dalam perencanaan secara matang,” ungkapnya

Menurutnya, industri game berpotensi mendatangkan devisa negara. Sebagai contoh, ia mengatakan bahwa satu judul esports game yang sekarang populer di Indonesia dapat menghasilkan 15 triliun rupiah hingga 90 triliun rupiah dalam satu tahun.

“Tapi kami mulai dulu dengan kemampuan kami dan bantuan dari pelaku industri kreatif lainnya, agar Indonesia dapat membuat game e-sport pertama di south asia. Kami berfokus di esport karena semua orang lagi tertarik ikut berkompetisi, tapi tidak ada yang mau memproduksi jadi menurut kami ini adalah peluang,” lanjutnya.

Sekedar informasi, game Lokapala sendiri juga menjadi salah satu game yang masuk ke dalam tahap seleksi final dari turnamen Piala Presiden 2020 mendatang. Ada kemungkinan besar game ini akan menjadi game yang dipertandingkan di turnamen tersebut.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

game
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top