Konsisten Bergaya Hidup Sehat Bersama Komunitas

Komunitas dipercaya dapat menjadi agen yang kuat untuk membantu mendidik, melibatkan, dan memberdayakan keluarga dan individu dalam membuat pilihan gaya hidup yang lebih sehat.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 13 Januari 2020  |  17:41 WIB
Konsisten Bergaya Hidup Sehat Bersama Komunitas
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengendarai sepeda motor dalam kegiatan Milenial Safety Riding bersama komunitas biker di Palembang. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Laporan berjudul "Diabetes in Asia: Empowering communities to lead healthier live" yang Sun Life Financial Asia tahun lalu memberikan rekomendasi berupa pendekatan terkordinasi berbasis komunitas sebagai upaya bersama yang perlu dilakukan untuk membiasakan pola hidup sehat dan melawan diabetes.

Komunitas dipercaya dapat menjadi agen yang kuat untuk membantu mendidik, melibatkan, dan memberdayakan keluarga dan individu dalam membuat pilihan gaya hidup yang lebih sehat.

Roby Muhamad, Sosiolog dari Universitas Indonesia menegaskan pentingnya peran komunitas dalam membiasakan pola hidup sehat.

"Dalam pengambilan keputusan termasuk penerapan pola hidup sehat, individu dipengaruhi kuat oleh microenvironment di mana ia berada dan dengan siapa ia bergaul seperti keluarga, sekolah, tempat kerja dan tempat tinggal," katanya.

Dia melanjutkan, karakter yang terbentuk pada microenvironment ini dipengaruhi pula oleh sistem edukasi, kebijakan pemerintah, perkembangan industri, teknologi, dan lain-lain. Pertanyaan selanjutnya, bagaimana cara menanamkan nilai baik seperti pola hidup sehat dalam suatu lingkup sosial agar menyebar luas?

Riset para ilmuwan di MIT menunjukkan komunitas berperan sebagai pemantik semangat dalam pengadopsian gaya hidup dan perilaku sehat di tengah masyarakat . Akan sangat sulit menerapkan pola hidup sehat, ketika kita berada di lingkungan yang tidak sehat.

Dia mengatakan, komitmen yang dilakukan bersama melalui komunitas menjadi cara efektif dalam proses menanamkan kebiasaan gaya hidup sehat. Agar penularan sosial atau difusi sosial dalam perilaku sehat dapat terjadi, yang juga perlu dilakukan adalah dengan membidik secara spesifik banyak komunitas dengan segmen yang berbeda-beda, misal komunitas berdasarkan tempat tinggal, tempat kerja, hobi, profesi dan lain-lain. Sehingga penyebaran pemahaman dan kebiasaan hidup sehat dapat meluas hingga membentuk masyarakat yang lebih sehat.

Rudy Kurniawan, pendiri komunitas Sobat Diabet menambahkan, saat ini jumlah diabetesi terus mengalami peningkatan, dan pola serta karakteristik penderitanya pun kini telah berubah. Apabila dulu diabetes identik dengan penyakit orang tua, kini diabetes semakin sering ditemui pada orang dengan usia lebih muda.

Secara global, jelasnya, data WHO menunjukkan jumlah penyandang diabetes pada usia di atas 18 tahun terus meningkat dari 4,7% menjadi 8,5%. Sementara itu merujuk kepada data riset kesehatan dasar yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan, secara nasional prevalensi diabetes pada usia di atas 15 tahun berada di angka 10,9% pada tahun 2018.

"Inilah mengapa, berbagai aktivitas yang kami jalani banyak berfokus pada upaya preventif dengan cara mengajak generasi muda di Indonesia untuk bisa berpartisipasi aktif mendorong diri sendiri, keluarga, dan sahabat di sekitar untuk bersama-sama hidup sehat agar terhindar dari diabetes," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kesehatan, komunitas

Editor : Rustam Agus
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top