Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Rasis, Desainer Ralph Lauren Minta Maaf

Desainer Ralph Lauren meminta maaf karena memakai simbol persaudaraan kulit hitam pada celana panjang yang dijual seharga lebih dari 300 dolar (sekitar Rp4 juta).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 16 Januari 2020  |  10:24 WIB
Koleksi busana pria dari Ralph Lauren Spring Summer 2016 - Reuters
Koleksi busana pria dari Ralph Lauren Spring Summer 2016 - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Desainer Ralph Lauren meminta maaf karena memakai simbol persaudaraan kulit hitam pada celana panjang yang dijual seharga lebih dari 300 dolar (sekitar Rp4 juta).

Hal itu menjadikan Lauren masuk dalam deretan label fesyen besar yang melakukan kesalahan besar terkait rasisme dalam beberapa tahun terakhir, seperti dikutip dari Forbes pada Kamis (16/1/2020).

Celana jenis chino yang dipermasalahkan menampilkan simbol-simbol Yunani Phi Beta Sigma, simbol dari sebuah persaudaraan yang didirikan pada 1914 di Howard University, sebuah perguruan tinggi kulit hitam yang bersejarah di Washington, D.C.

Setelah keluhan berdatangan, termasuk petisi di laman Change.org, perusahaan kemudian berhenti menjual celana chino dengan simbol tersebut.

"Kami sangat terkejut bahwa seorang Ralph Lauren, tanpa persetujuan, menggunakan simbol klien kami pada pakaian yang dia pasarkan," kata kuasa hukum untuk Phi Beta Sigma kepada Forbes dalam sebuah pernyataan.

"Kami sekarang masih menyelidiki hal ini dan kami berharap bahwa Ralph Lauren akan bekerja sama atas tindakan pelanggaran mereka."

Pada kesempatan yang berbeda, Ralph Lauren mengatakan kepada NBC News bahwa menggunakan simbol persaudaraan itu di celana koleksinya adalah kesalahan, dan dia meminta maaf.

Lauren kemudian menyatakan bahwa perusahaan rumah mode itu telah mengambil langkah untuk memastikan insiden serupa tidak terjadi lagi di masa depan.

"Sebagai merek Amerika yang berdiri lebih dari 50 tahun, Ralph Lauren terinspirasi oleh banyak seni budaya Amerika. Sebagai bagian dari ini, kami dengan tegas berkomitmen untuk menghormati dan menggunakan semua ikon budaya dan lambang budaya," kata juru bicara Ralph Lauren kepada Forbes.


 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

desainer rasisme

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top