Gundala Jadi Film dengan Biaya Promosi Tertinggi Sepanjang 2019

Ketua Bidang Promosi dan Peredaran Asosiasi Perusahaan Film Indonesia (APFI) HB Naveen mengungkap peluang pendapatan dan biaya promosi yang dikeluarkan produsen film Indonesia saat ini.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 17 Januari 2020  |  07:59 WIB
Gundala Jadi Film dengan Biaya Promosi Tertinggi Sepanjang 2019
Film Gundala - Dok. Bumilangit

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Bidang Promosi dan Peredaran Asosiasi Perusahaan Film Indonesia (APFI) HB Naveen mengungkap peluang pendapatan dan biaya promosi yang dikeluarkan oleh produsen film Indonesia saat ini.

Dikutip dari Business Insider, data box office film dunia tahun 2019 menyebut 73 persen pendapatan film berasal dari luar Amerika Serikat yang mencapai US$31,1 miliar atau Rp424,4 triliun.

Sedangkan penonton Amerika Serikat sendiri hanya menyumbang 27 persen atau US$11,4 miliar atau Rp115,5 triliun dari total US$42,5 miliar atau Rp580 triliun rekor film box office sepanjang tahun 2019.

"Walaupun kita bilang Netflix adalah media yang terkoneksi secara otomatis tetapi ternyata tidak. Netflix is doing their stuff. But this is the best sales of our industry," ujar HB Naveen yang juga founder dari rumah produksi Falcon Pictures.

Jumlah layar bioskop mengalami penambahan dua kali lipa. Dari tahun 2015 yang hanya berkisar 1.111 layar, kini menjadi 2.051 layar di tahun 2020.  Target 3.000 layar bioskop pada tahun 2024 pun tampaknya bukan hanya isapan jempol belaka.

"Kalau kita lihat 2011 hanya 80 film yang tayang, 2019 itu 130 film yang tayang. Jadi film sendiri peningkatannya bertambah. Yang penting kualitas filmnya," ungkap HB Naveen. 

Jumlah iklan di media massa juga mengalami peningkatan sejak tahun 2015 dan mencapai puncaknya dengan angka Rp954.869.200 pada tahun 2018, yang berkolerasi positif dengan angka penonton yang membeludak hingga 51,2 juta pada tahun yang sama. 

"Ini hukum ekonomi karena para produser sudah merasa kalau pemasaran itu menjadi hal yang penting. Saya dapat pertanyaan kalau bikin film biaya promosinya berapa? Saya bilang A, B, C, D. Kalau film saya misalnya golongan C biayanya Rp5 miliar, promosi saya juga menengah," ungkap produser film Warkop DKI: Reborn tersebut. 

"Film itu harus di-create sebagai profesional produk yang serius. Semua marketing mix-nya sendiri harus kita perhatikan," tuturnya.

Dalam pemaparannya, HB Naveen juga menyajikan data yang bersumber dari Arianna Nielsen Media Research perihal 10 film dengan biaya promosi paling tinggi yakni Gundala dengan total biaya promosi mencapai Rp82.9 juta diikuti dengan Preman Pensiun di angka Rp41 juta dan Koki-koki Cilik 2 hingga Rp39.4 juta.

"Sekarang kalau ke jalan tanya, 'tahu Gundala nggak?' Semua pada tahu Gundala. Jadi semuanya sekarang sudah mengerti bahwa biaya promosi itu sedemikian penting dan budget itu bisa diestimasikan dengan return yang akan didapat," pungkasnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Film, film indonesia

Editor : Akhirul Anwar
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top