Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Film Indonesia Makin Banyak Tampil di Festival Bergengsi Dunia

Dalam festival film tahunan di Tokyo yang menginjak edisi ke-32 itu, Joko memboyong film berkisah tentang wewe gombel berjudul Folklore - A Mother's Love yang dibintangi oleh Marissa Anita dan Muzakki Ramdhan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 29 Oktober 2019  |  07:58 WIB
Tokyo International Film Festival - Reuters
Tokyo International Film Festival - Reuters

Bisnis.com, TOKYO – Dari tahun ke tahun semakin banyak film Indonesia yang berpartisipasi dalam festival-festival bergengsi di berbagai belahan dunia, termasuk dalam Festival Film Internasional Tokyo (Tokyo International Film Festival) 2019.

Sutradara kenamaan Joko Anwar mengatakan hal itu indikasi film Indonesia sekarang sudah sangat diperhitungkan di perpetaan film dunia. "Jadi, itu bagus untuk industri film Indonesia,” ujar Joko di karpet merah pembukaan Festival Film Internasional Tokyo 2019 di Roppongi Hills, Tokyo, Jepang, Senin (28/10) petang, seperti dilansir Antara.

Dalam festival film tahunan di Tokyo yang menginjak edisi ke-32 itu, Joko memboyong film berkisah tentang wewe gombel berjudul Folklore - A Mother's Love yang dibintangi oleh Marissa Anita dan Muzakki Ramdhan.

Di mata Joko, Festival Film Tokyo lebih menyoroti film-film yang inovatif serta lebih diterima penonton dari kalangan lebih luas. Sementara itu, Festival Film Busan di Korea Selatan, ujarnya, lebih banyak menonjolkan film-film arthouse.

“Berbeda, walaupun ada irisannya untuk film-film yang sama. Tapi, kedua festival, Busan dan Tokyo, saling melengkapi,” kata Joko. “Karena keduanya berada dalam tatanan festival film yang diakui dunia sebagai festival yang memiliki gengsi. Mereka juga selektif memilih film.”

Mother's Love adalah bagian dari antologi film horor Asia yang tayang di televisi kabel HBO pada 2018. Wewe gombel, tema pilihan Joko Anwar, digambarkan sebagai hantu yang semasa hidup tak punya keturunan. Setelah menjadi roh gentayangan, wewe gombel kemudian menculik anak-anak yang tidak dicintai orangtuanya.

“Tahun ini masuk ke Tokyo International Film Festival karena di Jepang nggak ada HBO. Jadi, baru di-distribusikan tahun ini walau filmnya mulai dirilis tahun lalu di HBO,” kata Joko yang menambahkan produksi film horor tersebut merupakan kerja sama antara Indonesia dan Singapura.

Film itu akan tayang sebagai bagian program CROSSCUT ASIA 06: Fantastic Southeast Asia yang menyoroti film fantastis bergenre horor hingga fiksi ilmiah dari Asia Tenggara pada 2019. Selain Mother's Love, film Foxtrot Six dari Randy Korompis yang dibintangi Oka Antara juga tayang dalam program tersebut.

Joko mengemukakan alasannya mengapa bukan film horor Perempuan Tanah Jahanam yang masuk ke dalam program tersebut.

Sutradara 43 tahun itu menuturkan sedang ada proses negosiasi soal distribusi film teranyarnya di beberapa negara. Biasanya, negara yang bersangkutan lebih menginginkan filmnya tayang lebih dulu di sana.

“Biasanya negara yang akan memutar suatu film, mereka meminta supaya ditahan dulu [tayang] festivalnya supaya mereka yang pertama kali memutar.”

Sebelum ke Festival Film Tokyo, film lain Joko berjudul Gundala yang diangkat dari komik Indonesia karya Hasmi masuk ke Festival Film Internasional Toronto (TIFF) dan diputar di program Midnight Madness.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

festival film joko anwar

Sumber : Antara

Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top