Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Potensi Pria Terjangkit Virus Corona Lebih Tinggi

Pria Asia memiliki reseptor angiotensin converting enzyme 2 (ACE2) yang lebih banyak dibandingkan dengan kulit putih dan hitam. Ini menyebabkan virus corona lebih banyak menyerang pria Asia.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 04 Februari 2020  |  20:07 WIB
Petugas medis mengarahkan Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China yang telah disemprot cairan disinfektan setibanya di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Minggu (2/2/2020). Sebanyak 238 orang WNI dari Wuhan, China tersebut selanjutnya dipindahkan ke Natuna untuk menjalani observasi selama kurang lebih dua minggu guna memastikan kesehatannya dan terbebas dari virus corona. - Antara
Petugas medis mengarahkan Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China yang telah disemprot cairan disinfektan setibanya di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Minggu (2/2/2020). Sebanyak 238 orang WNI dari Wuhan, China tersebut selanjutnya dipindahkan ke Natuna untuk menjalani observasi selama kurang lebih dua minggu guna memastikan kesehatannya dan terbebas dari virus corona. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA--Pakar kesehatan di Rumah Sakit Universitas Indonesia memaparkan risiko pria terinfeksi virus corona jauh lebih besar ketimbang wanita.

Spesialis Mikrobiologi RSUI Fera Ibrahim mengatakan berkaca pada kasus SARS, reseptor atau penerimaan terhadap enzim pengubah angiotensin atau angiotensin converting enzyme 2 (ACE2) pada laki-laki lebih banyak daripada wanita. Saat virus SARS muncul, ada yang meneliti ternyata reseptor ACE2 banyaknya di laki-laki, lebih banyak pada ras Asia dibandingkan kulit putih dan hitam.

Sifat virus secara umum akan menginfeksi sel-sel di dalam tubuh kemudian mereplikasi atau menggandakan dirinya. "Untuk masuk ke sel ada reseptor. Virus corona mirip SARS, ada reseptor yang namanya ACE2. Reseptor ini ada di nasofaring hingga otak. Tetapi yang paling banyak di sel epitel paru sehingga tampak seperti infeksi saluran napas dan diare," jelasnya di Jakarta, Selasa (4/2/2020).

Fera menambahkan perubahan iklim bisa saja menjadi salah satu penyebab munculnya virus Corona. Dia menduga kemungkinan munculnya virus corona terjadi perubahan di ekosistem mereka sendiri.

Di sisi lain, Dokter Spesialis Paru RSUI, Raden Rara Diah Handayani mengatakan angka kematian dari orang yang terjangkit virus corona lebih kecil dibandingkan dengan virus flu burung atau H5N1. “Flu burung angka kematian 80% lebih mengerikan dari corona. Namun transmisi corona cepat. Corona kematian 3%. Chance untuk sembuh tinggi,” jelasnya.

Hingga hari ini, total korban jiwa akibat virus Corona mencapai 425 orang. Sebagian besar dari korban itu meninggal di Hubei, Wuhan. Dikutip dari www.worldometers.info, hingga saat ini ada 2.790 pasien virus corona yang dalam kondisi kritis, dan 653 pasien sembuh. Di seluruh China pada Senin (3/2/2020), ada 3.235 orang lagi yang dipastikan terinfeksi sehingga jumlah total pengidap virus sejauh ini mencapai 20.438 orang.

Diah menerangkan pada corona, risiko kematiannya terjadi pada 9 hari setelah dinyatakan terjangkit atau dalam tahap Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS), yakni ketika kondisi pernapasannya buruk atau mengalami gagal nafas. Sementara pada flu burung, risiko kematian yakni 5 hari setelah virus itu menyerang tubuh manusia.

Pada dasarnya, perkembangan virus bisa dilumpuhkan tergantung pada daya tahan tubuh manusia itu sendiri. Tubuh manusia memiliki kemampuan untuk menghentikan pertumbuhan virus, asal dalam kondisi optimal.

Supaya optimal, orang yang memiliki gejala terpapar virus diberikan terapi seperti cairan cukup, makanan cukup, kalau ada batuk diberi obat batuk supaya mengurangi frekuensi batuk. Kalau batuknya berdahak, perlu mengkonsumsi obat pengencer dahak supaya dahak keluar sehingga paru-paru membaik.

“Pasien bisa sembuh, iya karena makin lama kelamaan terapi suportif yang bagus itu maka jumlah virus nya habis sendiri, mati sendiri,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

virus corona
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top