Wabah Virus Corona Diprediksi Berakhir April 2020

April diprediksi akan menjadi waktu berkahirnya wabah virus corona. Dasarnya, kini semakin sedikit masyarakat di China yang terpapar virus tersebut.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 12 Februari 2020  |  14:27 WIB
Wabah Virus Corona Diprediksi Berakhir April 2020
Petugas menggunakan baju khusus berjaga di luar pintu masuk ke gedung perumahan Hong Mei House di Cheung Hong Estate di distrik Tsing Yi, Hong Kong, China, Selasa (11/2/2020). Pemerintah Hong Kong mengevakuasi warga di sebuah gedung setelah dua pasien di Pusat Perlindungan Kesehatan yang berasal dari tempat tersebut terinfeksi virus corona. Bloomberg - Justin Chin

Bisnis.com, JAKARTA - Rasa optimistis tengah menyelimuti masyarakat China. Pasalnya, wabah virus corona (covid-19), diprediksi bakal segera berakhir. Diprediksi, pada April 2020 mendatang, wabah tersebut dapat berakhir.

Itulah yang diungkapkan oleh Penasihat senior bidang medis di Cina, Zhong Nanshan, pada Selasa (11/2/2020). Pasalnya, ada hari yang sama kala Zhong memprediksi itu, provinsi Hubei, tempat virus corona berasal, melaporkan ada 94 pasien terjangkit virus corona dan 1,068 kasus baru.

Jumlah ini menurun cukup drastis dibanding 4 Februari lalu, yang terdapat lebih dari tiga ribu kasus dan jumlah pasien terinfeksi sebanyak lebih dari seribu orang pada 31 Januari.

Penurunan angka tersebut semakin menambah optimis bahwa kasus virus corona dapat segera berakhir.“Saya berharap wabah ini dapat berakhir pada bulan April," kata Zhong.

Hingga saat ini, WHO dan pejabat kesehatan di Cina telah mengkonfirmasi total kasus akibat virus corona menembus angka 44 ribu. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan virus corona sebagai ancaman global yang berpotensi lebih buruk daripada terorisme.

Hal ini semakin diperkuat dengan jumlah total kematian akibat virus corona yang melampaui seribu orang di Cina."Dunia harus sadar dan menganggap virus ini sebagai musuh nomer satu dunia," kata ketua WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus kepada wartawan. 

Ghebreyesus menambahkan virus corona telah berdampak pada pergolakan politik, sosial, dan ekonomi dibanding aksi terorisme apapun. Sejauh ini Cina telah mengalami kemerosotan di sektor ekonomi akibat wabah virus corona yang tak kunjung berakhir.

Di antara dampak yang muncul adalah pembatasan perjalanan dari dan ke luar negeri, adanya proses karantina, penangguhan proses produksi di sektor industri yang semakin membuat kondisi ekonomi Cina terpuruk.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
china, who, virus corona

Sumber : Tempo.co

Editor : Andya Dhyaksa
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top