Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ernest Prakasa Sebut Media Eksploitasi Kematian Suami BCL Ashraf Sinclair

Komika dan sutradara film, Ernest Prakasa mengaku sedih ketika melihat perlakuan dari beberapa media terhadap keluarga yang sedang berduka. Menurut Ernest, kedukaan tersebut tidak seharusnya dimanfaatkan demi keuntungan pribadi.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 21 Februari 2020  |  15:03 WIB
Bunga Citra Lestari dan putranya Noah Sinclair saat pemakaman Ashraf Sinclair di San Diego Hills, Selasa (18/2 - 2020). Antara
Bunga Citra Lestari dan putranya Noah Sinclair saat pemakaman Ashraf Sinclair di San Diego Hills, Selasa (18/2 - 2020). Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Meninggalnya suami penyanyi Bunga Citra Lestari (BCL) Ashraf Sinclair menarik perhatian berbagai media. Namun, peliputan oleh awak media dinilai tidak memberikan ruang bagi keluarga yang sedang berduka. 

Komika dan sutradara film, Ernest Prakasa mengaku sedih ketika melihat perlakuan dari beberapa media terhadap keluarga yang sedang berduka. Menurut Ernest, kedukaan tersebut tidak seharusnya dimanfaatkan demi keuntungan pribadi.

"Sedih melihat bagaimana sebagian media memperlakukan keluarga yang tengah berkabung. Mereka bukan komoditas, mereka juga manusia. Bisakah kalian lebih peka?" tulis Ernest Prakasa di Instagramnya pada Rabu (19/2/2020).

Dari hasil pengamatannya, Ernest merasa bahwa beberapa media tersebut hanya peduli dengan jumlah khalayak tanpa peduli dengan sikap empati.

"Menyorot tanpa henti, mengeksploitasi tanpa empati. Saat click dan views jadi dewata, nurani pun jadi jelata," tulis Ernest pada unggahan fotonya itu. 

Beberapa dari kalangan selebritas juga sependapat dengan pernyataan Ernest. Bahkan Dewi Sandra mengaku salut dengan keberanian Ernest untuk bersuara.

"Saya senang anda mengangkat ini," tulis Dewi. 

"Edan si bro! Mengerikan," timpal Judika, sahabat BCL, sesama juri Indonesian Idol di kolom komentar. 

Prabu Revolusi, pembawa acara berita juga setuju dengan apa yang dikatakan Ernest.

"Ini setuju banget. Sebagai (mantan) orang media, harus jujur, industri udah bikin media kita kehilangan ruh nya," tulis Prabu.

Ada juga yang memberi tahu bahwa sering kali jurnalis di lapangan hanya menjalankan tugas sesuai tugas yang diberikan oleh atasannya.

"Ada jurnalis DM aku, kuncinya ada di redaktur. Karena mereka hanya dipaksa menanyakan daftar pertanyaan yang di WA redakturnya meskipun mereka tidak setuju. Tapi bisa apa?" kata akun deborahdewi.

Ernest pun setuju dengan hal tersebut.

"Sepakat. Memang decision makersnya yang bangke, yang di lapangan jadi terpaksa menjalankan tugas," balas Ernest.

Warganet lainnya juga miris melihat situasi dan kondisi media saat ini yang kurang memperhatikan etika yang seharusnya dijalankan.

"Miris koh, rata rata wartawan pertanyaannya nanyain gimana perasaannya. Ya, terus masa lagi berduka girang hatinya. Gak ngerti lagi kaya gak ada stok pertanyaan lain," tulis akun @mirantisaputri.

"Karena sekarang setiap pekerjaan bukan lagi soal dedikasi tapi soal transaksi," tulis akun @ge_bass91.

Ashraf Sinclair meninggal pada Selasa (18/2/2020), 2020 pukul 04.51 di RS MMC, Kuningan, Jakarta Selatan. Kematian aktor berkebangsaan Malaysia membuat duka tak hanya keluarga tapi para penggemar dan warganet dari dua negara yang menyebut Ashraf dan BCL merupakan pasangan cinta sejati.   

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bunga Citra Lestari Ashraf Sinclair

Sumber : Tempo.Co

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top