Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tips Cerdas Bagi Anak Manfaatkan Smartphone

Pengawasan orang tua kepada remaja saat menonton layar smartphone hingga televisi masih menjadi penting.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 09 Maret 2020  |  21:04 WIB
Ilustrasi anak kecil dengan smartphone - flickr
Ilustrasi anak kecil dengan smartphone - flickr

Bisnis.com, JAKARTA - Jagat maya belakangan ini diramaikan oleh kasus pembunuhan balita yang dilakukan seorang remaja yang diduga terinsipirasi dari adegan kekerasan film-film horor yang ditontonnya. Kasus ini sontak membuat khawatir para orang tua yang memiliki anak.

Dengan jumlah kekerasan yang ada di film, video games dan di media sepertinya sulit untuk mencegah anak menyaksikan itu semua. Kekerasan memang ditampilkan di hampir semua linimasa. Tidak mengejutkan apabila adegan-adegan yang disajikan ditiru oleh anak.

Apabila Anda khawatir tentang jumlah kekerasan yang disaksikan anak-anak Anda setiap hari, berikut ada beberapa cara bagaimana Anda dapat memantau, membatasi, dan mengelola kekerasan yang ada di media untuk mereka.

1. Jelaskan konsekuensinya

"Tapi tidak ada darah!" Banyak orang tua mendengar tangisan ini sebagai alasan untuk bermain video game kekerasan atau menonton film kekerasan. Namun, ketiadaan darah kental tidak meniadakan kehadiran kekerasan. Jelaskan kepada anak-anak Anda konsekuensi nyata dari kekerasan, dan pastikan untuk menunjukkan betapa tidak realistisnya bagi orang untuk melepaskan diri dari perilaku kekerasan.

2. Hitung screen time anak Anda

Pastikan anak-anak Anda tidak menghabiskan terlalu banyak waktu di dunia fiksi yang kejam. Semakin banyak waktu yang mereka habiskan terbenam di dunia itu, semakin besar jangkauannya ke dunia mereka yang sebenarnya.

3. Ajarkan anak resolusi konflik yang produktif

Sebagian besar anak tahu bahwa meninju seseorang tidak akan menyelesaikan masalah. Tapi, apakah mereka tahu cara menyelesaikan argumen dengan benar? Kekejaman verbal juga merupakan bentuk kekerasan, jadi ajari mereka cara menggunakan kata-kata mereka dengan baik dan horma.

4. Perhatikan tontonan anak

Anda sebenarnya tidak harus duduk dan menonton bersama mereka, tetapi Anda harus tahu acara dan permainan apa yang mereka ikuti. Cari tahu apa ratingnya dan jika tidak ada, periksalah isinya. Streaming konten online yang belum diberi rating (seperti YouTube) dapat menampilkan beberapa hal yang sangat brutal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

smartphone televisi anak kekerasan anak
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top