Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Benarkah Sering Makan Telur Bikin Sakit Jantung?

Penelitian menyebutkan bahwa orang yang makan jumlah telur lebih banyak memiliki indeks massa tubuh yang lebih tinggi.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 10 Maret 2020  |  15:13 WIB
Telur ayam - Istimewa
Telur ayam - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Sebuah penelitian baru yang diterbitkan dalam BMJ Journal menyatakan bahwa mengonsumsi telur tidak berkaitan dengan risiko penyakit kardiovaskular atau sakit jantung.

Dalam studi penelitian itu, para peneliti menggunakan data dari tiga studi besar di Amerika Serikat yang berlangsung selama 32 tahun, mulai dari 1980.

Mereka mengatakan bahwa orang yang makan jumlah telur lebih tinggi memiliki indeks massa tubuh yang lebih tinggi, menggunakan lebih sedikit statin, dan makan lebih banyak daging merah.Statin adalah obat yang biasa diresepkan oleh dokter untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

Hal ini yang dinilai para peneliti menjadi faktor risiko terkena sakit jantung, bukan hanya karena konsumsi telur harian.

Andrew Odegaard, sisten profesor bidang epidemiologi di University of California Irvine mengatakan bahwa hasil penelitian terbaru itu meyakinkan. Akan tetapi, dia tetap mengatakan penelitian ini belum cukup untuk menghasilkan panduan formal tentang konsumsi telur.

“Jika konsumsi telur sering dilakukan dalam konteks pola diet atau konsumsi untuk kebutuhan nutrisi penting, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” katanya seperti dikutip Medical News Today, Selasa (10/3).

Penelitian lain terkait hal ini diterbitkan pada akhir Januari lalu oleh Population Health Research Institue (PHRI) dari McMaster University dan Hamilton Health Sciences. Studi ini menggunakan data dari 177.000 orang yang terlibat dalam studi jangka panjang di 50 negara.

Para peneliti melakukan studi ini serupa tentang kaitan antara telur dan kesehatan jantung. Hasilnya, penelitian melaporkan bahwa peneliti tidak memiliki hubungan signifikan antara makan delur dengan pengumpulan kolesterol dalam darah, kematian dini, dan penyakit kardiovaskular.

Hal ini membuat para peneliti menyimpulkan bahwa makan satu telur per hari tidak akan meningkatkan risiko penyakit jantung atau kematian. Mereka juga menyimpulkan tidak ada hubungan antara jumlah telur yang dimakan dengan kolesterol.

Telur mengandung 200 miligram kolesterol, para peneliti menemukan bahwa konsumsi satu telur setiap hari dapat meningkatkan risiko seseorang terkena serangan jantung sekitar 2 persen./istimewa

Konsumsi Tak Berlebihan

Dalam dunia kesehatan, penelitian tentang hubungan telur dan penyakit jantung dan yang lainnya merupakan pembahasan yang terus dilakukan.

Penelitian yang pernah diterbitkan di The American Journal of Clinical Nutrition pada 2001 oleh tim peneliti dari Univesity of Wageningen telah menganalisa 17 studi dengan melibatjan 556 subjek untuk penelitian efek konsumsi telur terhadap risiko penyakit jantung koroner.

Dengan asumsi bahwa sel telur tunggal mengandung 200 miligram kolesterol, para peneliti menemukan bahwa konsumsi satu telur setiap hari dapat meningkatkan risiko seseorang terkena serangan jantung sekitar 2 persen.

Namun demikian, peneliti juga mencatat ada banyak kandungan positif dalam telur seperti vitamin E, folat, Vitamin B dan yang lainnya yang berpotensi mencegah berbagai penyakit. Dengan demikian, mereka merekomendasikan untuk membatasi konsumsi telur dalam rangka pencegahan penyakit koroner.

Ini hanyalah satu contoh betepa membingungkannya orang-orang yang mengonsumsi telur terkait risiko peningkatan penyakit.

Akan tetapi, bagi Sanjiv Patel, seorang ahli jantung intervensi di MemorialCare Heart and Vascular Institue, penelitian terbaru membuktikan bahwa telur adalah berita baik bagi pencinta sarapan. Akan tetapi, dia juga merekomendasikan agar mengonsumsi dalam tingkatan yang pas.

“Anda bisa tenang dengan memiliki satu atau dua telur di piring setiap pagi hari. Tetapi sekali lagi, Anda tidak harus mengonsumsinya dalam jumlah yang banyak,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telur makanan telur ayam sakit jantung
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top