Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini 20 Epidemi dan Pandemi, Nomor 6 Pernah Membunuh Separuh Penduduk Asia dan Eropa

Wabah global pernah membunuh separuh penduduk Asia dan Eropa pada 1346 M. Kini pandemi muncul lagi.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 24 Maret 2020  |  17:29 WIB
Rangka manusia di kuburan massal - Istimewa
Rangka manusia di kuburan massal - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Pandemi Covid-19 bukanlah sejarah pertama di dunia karena ada sejumlah wabah yang tercatat mengganggu dan mengancam kehidupan manusia.

Dikutip dari Livescience.com, Selasa (24/3/2020), ada 20 kasus epidemi dan pandemi terparah di dunia yang sempat mengancam eksistensi dan populasi manusia.

1. Epidemi Pra-sejarah 3000 Tahun SM

Sekitar 5000 tahun yang lalu, wabah menyebar di sebuah desa di daratan China. Tulang-belulang dan tengkorak terbakar, adalah korban ditemukan terkubur dalam tanah. Korban diperkirakan berusia dewasa sampai tua. Lokasi penemuan tulang-belulang ini menjadi situs bernama Hamin Mangha, menjadi salah satu situs pra-sejarah tertua di China. Studi arkeologi dan antropologi menemukan, wabah mematikan ini tersebar sangat cepat dan memakan banyak korban, sehingga tidak cukup waktu untuk memakamkan korban dengan layak.

2. Wabah Athena, 430 Tahun SM

Tak lama setelah perang Athena dan Sparta dimulai di Yunani, wabah menjangkit masyarakat Athena selama 5 tahun. beberapa studi memperkirakan jumlah kematian atas wabah ini mencapai 100.000 orang. Sejarawan Yunani, Thucydides, 460-400 SM mengatakan gejala wabah berawal dengan sakit kepala yang parah, mata yang merah, dan sakit tenggorokan, hingga batuk berdarah dan kesulitan bernafas. Banyak ilmuwan yang menyebut, wabah ini menyebar akibat perang antara Sparta dan Athena, sementara di lain pihak tentara Sparta memang lebih sehat dan imun lebih kuat.

3. Wabah Antonine, 165-180 M

Wabah ini menyebar setelah kembalinya tentara Romawi usai perang. Menurut April Pudsey, Pengajar Sejarah Romawi di Manchester Metropolitan University, wabah ini telah mematikan 5 juta orang di Kerajaan Romawi. Banyak sejarawan yang yakin bahwa epidemi ini adalah yang dibawa oleh tentara Romawi usai perang dengan Parthia. Setelah 180 M, ketidakstabilan mendorong Kerajaan Romawi lebih rentan dengan peperangan dan invasi dari kelompok barbar. Imbasnya, agama Kristiani berkembang cepat setelah wabah menyebar.

4. Wabah Cyprian, 250-271 M

Wabah ini sesuai dengan nama Uskup Carthage, Tunisia, yang sempat menamakan wabah ini sebagai akhir dunia. Ada sekitar 5000 orang mati akibat wabah ini. Pada 2014, arkeolog di Luxor menemukan bukti pemakaman massal dari wabah ini. Tulang belulang dan tengkorang korban dibalut linen, yang zaman dulu digunakan sebagai alas disinfektan. para arkeologi tak yakni penyebab dari wabah ini.

5. Wabah Justinian, 541-542 M

Kerajaan Byzantine diserang oleh wabah pes, yang menyebabkan hampir sekitar 10 persen populasi di dunia meninggal. Wabah ini lantas dinamakan Justinian sesuai nama ksatria Byzantine. Dalam masa kepemimpinannya, Byzantine meraih kontrol penuh dari Timur Tengah sampai Eropa Barat. Justinian yang mengkonstruksi katedral Hagia Sophia atau Holy Wisdom di Konstantinopel. Justinian pun akhirnya terjangkit wabah tersebut namun berhasil sembuh. Kerajaan ini kehilangan wilayah kekuasaannya setelah wabah mereda.

6. The Black Death, 1346 – 1353 M

The Black Death, adalah wabah yang tersebar dari Asia hingga Eropa. Beberapa ahli menyebut wabah ini telah membunuh setengah dari populasi manusia di daratan Eropa. Wabah ini disebabkan oleh bakteri Yersinia, sebuah kutu yang bersumber dari tikus. Mayat korban pun ditemukan dalam pemakaman massal. Wabah ini telah mengubah sejarah Eropa, dengan kematian yang banyak tenaga manusia menjadi lebih sedikit. Akhirnya sistem perbudakan di Eropa pun berakhir. Hal ini terjadi seiring penelitian yang menyatakan, pekerja yang sehat dan selamat adalah pekerja yang punya akses pada makanan sehat dan berkualitas.

7. Epidemic Cocoliztli, 1545-1548

Epidemi Cocoliztli berarti hama dalam bahasa Aztec. Penyakit ini disebabkan oleh Salmonella yang dikenal sebagai S. paratyphi C, membuat demam dan tipes. Bakteri ini juga membuat dehidrasi dan masalah gastrointestinal. Wabah ini telah menewaskan 15 juta penduduk Meksiko dan Amerika Tengah.  

8. Wabah Amerika, Abad 16

Wabah ini sampai ke Amerika didatangkan bersama dengan para penjelajah asal Eropa. Penyakit ini menginfeksi suku Inca dan Aztec. Beberapa peneliti memperkirakan, 80 persen dari populasi di Western Hemisphere terbunuh. Penyakit ini membantu pasukan Spanyol yang dipimpin oleh Hernán Cortés menaklukkan ibukota Aztec dari Tenochtitlan pada 1519 dan pasukan Spanyol lainnya yang dipimpin oleh Francisco Pizarro menaklukkan suku Inca pada 1532. Spanyol mengambil alih wilayah kedua kekaisaran. Ketika warga Inggris, Prancis, Portugal dan Belanda mulai mengeksplorasi, menaklukkan, dan menetap di Belahan Barat, mereka juga terbantu oleh fakta bahwa penyakit telah sangat mengurangi ukuran kelompok-kelompok pribumi yang menentang mereka.

9. Wabah London, 1665-1666

Wabah terbesar di London terjadi masa pemerintahan Raja Charles II. Wabah ini mulai April 1665, dan menyebar cepat sepanjang musim panas. Wabah ini menewaskan 100.000 orang, termasuk 15 persen populasi di London.

10. Wabah besar Marseille, 1720 – 1723

Wabah Marseille ini berawal dari kedatangan kapal Grand-Saint-Antoine di Marseille, Prancis membawa kargo dari Mediterania. Meskipun kapal sudah melalui masa karantina, wabah tetap menyerang kota. Wabah tersebar dengan cepat, dalam kurun waktu 3 tahun ada 100.000 meninggal di Marseille.

11. Wabah Rusia, 1770 – 1772

Wabah yang terjadi di Moskow ini menjadi teror bagi masyarakat yang dikarantina berujung kekerasan. Kerusuhan memuncak ketika Uskup Ambrosius terbunuh. Akibatnya, banyak orang tidak beribadah.

Ratu Rusia, Catherine III sangat depresi menahan wabah sekaligus menjaga ketertiban umum. Dengan panik, dia membuat aturan memindahkan pabrik-pabrik dari Moskow. Akibatnya, saat jumlah korban mencapai 100.000 dan wabah berhenti, Catherine masih belum selesai memulihkan kondisi kericuhan masyarakat. Pada 1773, Yemelyan Pugachev, suami Catherine III yang terbunuh justru memimpin pemberontakan lagi yang menyebabkan kematian lebih banyak.

12. Demam Kuning Philadelphia, 1793

Ketika Demam Kuning menyerang Philadelphia, AS, para pejabat masih yakin sistem kekebalan tubuh para pekerja cukup kuat. Hasilnya, para pejabat masih merekrut orang Afrika untuk bekerja membantu merawat pasien. Penyakit ini tersebar dari nyamuk, yang mana populasinya meningkat saat musim pasar di Philadelphia. Wabah ini berlangsung terus apalagi musim dingin tak kunjung datang. Ketika musim dingin datang, populasi nyamuk berkurang dan wabah pun berhenti. Secara total, wabah ini menewaskan 5000 orang.

13. Wabah Flu, 1889 – 1890

Pada era industri modern, transportasi menghubungkan penyebaran virus lebih mudah. Hanya dalam hitungan bulan, wabah ini menyebar secara global dan membunuh sekitar 1 juta orang. Kondisi ini membutuhkan sekitar 5 pekan dimana epidemi mencapai titik klimaksnya.

Kasus terbaru ada di Rusia, menyebar dengan cepat di St. Petersburg sebelum itu secara cepat menjangkit daratan Eropa.

14. Wabah Polio di Amerika, 1916

Wabah Polio ini berawal di New York dan menewaskan 6000 orang dari total 27.000 kasus. Penyakit ini paling rentan menyerang anak muda, dan bagi beberapa pasien bisa berakibat disabilitas. Wabah ini terus menjamur hingga pada 1954 vaksin tersebut dikembangkan. Setelah vaksin resmi berproduksi, tren kasus polio menurun. Amerika mencatatkan kasus polio terakhir pada 1979. Vaksin ini secara global membantu menurunkan preferensi penderita polio.

15. Flu Spanyol, 1918 – 1920

Sekitar 500 juta orang di South Seas sampai North Pole menjadi korban Flu Spanyol. Seperlima dari kasus terjangkit pun meninggal. Penyebaran di kalangan tentara selama Perang Dunia I sangat cepat, akibat buruknya kualitas gizi selama masa peperangan. Meski bernama Flu Spanyol, wabah ini tak berasal dari Spanyol. Penamaan ini akibat keterbukaan pers di Spanyol memberikan penyakit yang diderita. Alhasil banyak yang mengasumsikan penyakit ini spesifik berada di Spanyol saja.

16. Flu Asia, 1957 – 1958

Pandemi Flu Asia adalah salah satu kasus influenza kancah global. Bersumber dari Cina, kasus ini tercatat mencapai 1 juta. Virus ini menyebabkan pandemic yang bercampur dengan virus flu burung.

The Centers for Disease Control and Prevention mencatat, penyebaran penyakit ini sangat cepat di Singapura pada Februari 1957, Hong Kong pada April 1957, dan Amerika Serikat pada musim panas tahun 1957. Total kematian mencapai 1,1 juta seluruh dunia dengan 116,000 kematin ada di AS

17. AIDS, 1981 – sekarang

AIDS telah mencatatkan kasus sekitar 35 juta sejak pertama kali ditemukan. HIV, virus yang menyebabkan AIDS berasal dari simpanse yang menyebar ke manusia di Afrika Barat pada 1920. Virus ini menyebar ke seluruh dunia, dan AIDS menjadi pandemi abad ke 20. Kini ada 64 persen dari estimasi 40 juta manusia hidup dengan potensi virus ini di Afrika.

18. H1N1, Flu Burung, 2008 – 2010

Flu ini disebabkan oleh H1N1 dari Meksiko pada 2009 dan menyebar ke seluruh dunia. Dalam setahun, virus ini menginfeksi sebanyak 1,4 miliar orang dari seluruh dunia, dan menewaskan antara 151.700 dan 575.400 orang menurut CDC. Flu ini menyerang anak dan orang dewasa, ada 80 persen kematian pada orang berusia di bawah 65. Dalam kasus ini, usia lansia cenderung lebih tanah pada H1N1. Kini, vaksin H1N1 sudah tergabung dalam vaksin flu biasa.

19. Epidemi Ebola di Afrika Barat, 2014 – 2016

Ebola muncul pada pertengahan 2014 dan 2016, dengan 28.600 kasus, dan 11.326 kasus meninggal. Kasus pertama terjadi di Guinea pada Desember 2013, lalu virus tersebar dengan cepat ke Liberia dan Sierra Leone. Kasus terkecil ada di Nigeria, Mali, Senegal, AS, dan Eropa. Hingga ini belum ada obat untuk Ebola, meski demikian ada vaksin yang sudah berproduksi menangkal Ebola.

20. Zika Virus, 2015 – sekarang

Dampak dari virus Zika di Amerika Selatan dan Amerika Tengah awalnya tak diketahui dalam beberapa tahun. Pada saat bersamaan, pada ilmuwan berlomba dengan waktu untuk mengontrol penyebaran virus ini. Virus Zika umumnya menyebar dari gigitan nyamuk Aedes Aegypti, dan juga dapat tersebar melalui hubungan seksual manusia.

Zika tidak menyakiti golongan dewasa dan anak-anak, namun mampu menginfeksi janin dalam kandungan. Jenis nyamuk pembawa virus Zika umumnya suka di tempat yang lembab.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona covid-19 global wabah
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top