Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Cek Fakta: Ibuprofen Aman Dikonsumsi Untuk Redakan Gejala Virus Corona

Klaim ini telah menyebar secara online dan di komunitas ilmiah bahwa obat penghilang rasa sakit dapat melemahkan upaya sistem kekebalan tubuh untuk memerangi virus.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 15 April 2020  |  12:52 WIB
Ibuprofen - istimewa
Ibuprofen - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Pasien yang menderita virus corona disebutkan dengan meminum ibuprofen untuk meringankan gejala infeksi.

Hal ini berbeda dengan informasi yang menyebar secara online dan di komunitas ilmiah bahwa obat penghilang rasa sakit dapat melemahkan upaya sistem kekebalan tubuh untuk memerangi virus.

Bulan lalu, NHS bahkan menghapus saran bagi orang untuk menggunakan pil penghilang rasa sakit jika mereka merasa sakit dengan gejala COVID-19. Kepala penasihat ilmiah Pemerintah Sir Patrick Vallance mengatakan hal yang masuk akal adalah menghindari mengonsumsi ibuprofen karena kurangnya kajian.

Tetapi review oleh Commission on Human Medicines (CHM) menyimpulkan bahwa parasetamol dan ibuprofen aman dikonsumsi untuk orang yang mengalami gejala COVID-19 termasuk demam dan sakit kepala.

“Pasien dapat menggunakan parasetamol atau ibuprofen ketika melakukan pengobatan sendiri untuk gejala COVID-19, seperti demam dan sakit kepala dan harus mengikuti saran NHS jika mereka memiliki pertanyaan atau jika gejalanya memburuk,” dikutip dari Dailymai.co.uk, Rabu (15/4/2020).

Saran tersebut mengikuti kesimpulan oleh para ilmuwan di King's College London bahwa tidak ada bukti bahwa ibuprofen dapat berbahaya bagi orang dengan COVID-19. Sementara, Menteri Kesehatan Paris Olivier Véran, seorang dokter dan ahli saraf mengangkat keprihatinan besar tentang anti-inflamasi dengan tweet pada 14 Maret.

“Mengambil obat anti-inflamasi bisa menjadi faktor yang memperburuk infeksi. Jika Anda demam, minum parasetamol.”

Hingga saat ini, NHS telah menyarankan pasien dengan gejala virus corona untuk menggunakan parasetamol dan ibuprofen. Sebagai informasi, Ibuprofen digunakan secara luas untuk menghilangkan rasa sakit serta mengurangi demam dan sakit yang disebabkan oleh pilek dan flu biasa.

Terdapat pula kasus seorang anak berusia empat tahun yang diduga terinfeksi COVID-19 menjadi sakit parah setelah diberi obat penghilang rasa sakit, menurut ayah tirinya Dan Collins. Si anak, Amelia Milner diberikan ibuprofen oleh orang tuanya setelah dia sakit batuk dan demam gejala utama infeksi mematikan itu.

Tetapi, alih-alih membuatnya merasa lebih baik, obat itu nampaknya membuat suhu tubuhnya melonjak dan dia mulai gemetar, terengah-engah, tidak bisa membuka matanya dan muntah.

Dalam unggahan di Facebook, Dan Collins membagikan foto Amelia dan memperingatkan: “Jika anak Anda memiliki gejala coronavirus, JANGAN beri mereka ibuprofen”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

demam berdarah Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top