Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Seberapa Penting Vitamin D?

Menonsumsi suplemen ini, bagaimanapun, telah terbukti berkali-kali membantu meringankan berbagai masalah dan mood yang menurun, tertekan dan malas.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 23 April 2020  |  18:24 WIB
Ilustrasi vitamin
Ilustrasi vitamin

Bisnis.com, JAKARTA -- Suplemen dapat digunakan untuk berbagai masalah kesehatan yang berbeda.

Beberapa orang mengklaim bahwa hal ini benar, namun banyak juga yang mengatakan meminum suplemen adalah hal yang membuang-buang waktu, uang, dan usaha. Menonsumsi suplemen ini, bagaimanapun, telah terbukti berkali-kali membantu meringankan berbagai masalah dan mood yang menurun, tertekan dan malas.

Seperti vitamin D memiliki beberapa fungsi yang sangat penting dalam tubuh. Yang paling penting adalah membantu mengatur penyerapan kalsium dan fosfor dan memfasilitasi fungsi sistem kekebalan tubuh yang normal.

Untuk meningkatkan suasana hati seseorang, memilih lebih banyak suplemen vitamin D bisa menjadi pil ajaib. Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa vitamin D mungkin memainkan peran integral dalam mengatur suasana hati dan menangkal depresi.

Dikutip dari express.co.uk, Kamis (23/4/2020), Dalam sebuah studi dengan Journal of Internal Medicine terhadap efek suplemen vitamin D pada gejala depresi dianalisis. Studi tersebut mencatat: “Vitamin D sangat penting untuk pemeliharaan homeostasis kalsium dan untuk kesehatan tulang tetapi juga tampaknya penting untuk perkembangan dan fungsi otak. Otak secara lokal dapat mengaktifkan vitamin D yang membuat peran vitamin D dalam fungsi otak semakin terbukti."

Penelitian ini melibatkan pria dan wanita berusia antara 21 - 70 tahun. Para peserta dimasukkan ke dalam kelompok dengan satu kelompok menerima suplemen vitamin D dan plasebo lainnya.

Studi ini menyimpulkan bahwa vitamin D memiliki efek besar pada keseluruhan serotonin kelompok dan membantu mengurangi perasaan depresi dan kecemasan. “Hubungan antara kadar serum dan depresi yang rendah dan efek positif yang nyata dari suplementasi vitamin D dapat mengindikasikan hubungan kausatif. Bahkan jika itu benar, kekurangan vitamin D mungkin merupakan salah satu faktor utama yang berkontribusi pada suasana hati yang depresi," tambah penelitian itu.

Penelitian lain dengan Springer Link, menunjukkan bahwa kekurangan vitamin D dan hubungannya dengan kecemasan dan depresi pada fibromyalgia diselidiki.

Studi ini mencatat: “Fibromyalgia adalah masalah yang kompleks di mana gejala kecemasan dan depresi muncul secara jelas. Kadar vitamin D yang rendah telah sering dilaporkan dalam fibromyalgia. Tujuh puluh lima pasien Kaukasia memiliki kadar vitamin D serum yang diukur dan tingkat kecemasan dan depresi dinilai.”

Hasilnya adalah tingkat kekurangan vitamin D ditemukan pada 13,3 persen pasien. Ahli gizi Ashley Koff mengatakan bahwa Vitamin D telah mendapatkan banyak perhatian dalam beberapa tahun terakhir karena banyak penelitian yang mengkonfirmasikan perannya dalam kesehatan manusia. “Mengapa vitamin ini sangat penting? Sebenarnya itu adalah hormon yang penting bagi kelangsungan hidup karena memiliki peran dalam banyak komunikasi. Sejumlah penelitian telah menemukan bahwa vitamin D yang lebih tinggi, melindungi terhadap beberapa kanker dan penyakit.”

Vitamin D ini juga membantu sistem kekebalan tubuh untuk bekerja dengan baik, mengurangi peradangan dan memainkan peran dalam fungsi otot, jantung, kekebalan tubuh dan neurologis.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

suplemen kesehatan vitamin d
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top