Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pasien Covid-19 Kehilangan Indra Perasa, Ini Penjelasannya

Salah satu kondisi yang dikelukan sejumlah pasien Covid-19 yakni hilangnya kemampuan mereka untuk merasakan menggunakan lidahnya (indra perasa).
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 25 April 2020  |  17:11 WIB
Seorang pasien Covid-19 diizinkan pulang dari Rumah Sakit Leishenshan (Gunung Dewa Petir) di Wuhan, Provinsi Hubei, China, Kamis (4/4/2020). Rumah sakit itu menutup area bangsal umum terakhirnya pada Kamis (9/4/2020)./Antara - Xinhua
Seorang pasien Covid-19 diizinkan pulang dari Rumah Sakit Leishenshan (Gunung Dewa Petir) di Wuhan, Provinsi Hubei, China, Kamis (4/4/2020). Rumah sakit itu menutup area bangsal umum terakhirnya pada Kamis (9/4/2020)./Antara - Xinhua

Bisnis.com, JAKARTA - Salah satu kondisi yang dikelukan sejumlah pasien Covid-19 yakni hilangnya kemampuan mereka untuk merasakan menggunakan lidahnya (indra perasa). 

Dilansir dari The Atlantic, Sabtu (25/4/2020), salah satu pengalaman Covid-19 dari penulis asal Providence, Rhode Island, Karan Manhajam mengungkapkan bahwa indra rasa dan penciumannya terganggu meski tidak ada gejala berat lainnya. Dia mengatakan makan pizza seperti makan kardus.

Jonathan Aviv, seorang dokter THT di New York, mengatakan semakin hari semakin banyak jumlah pasien muda datang kepadanya dan mengeluhkan tiba-tiba kehilangan kemampuan mencicipi. Dia tidak yakin harus memberi tahu mereka tentang apa yang sedang terjadi.

"Skenarionya adalah bahwa efek inflamasi infeksi sementara mengubah fungsi saraf penciuman. Kemungkinan yang paling menakutkan adalah virus itu menyerang saraf itu sendiri,” katanya.

Virus yang menyerang saraf dapat menyebabkan gangguan jangka panjang dan dapat memengaruhi bagian lain dari sistem saraf.

Meskipun SARS-CoV-2 (virus corona baru) tidak dilaporkan menyerang otak dan tulang belakang secara langsung, pendahulunya SARS-CoV tampaknya memiliki kemampuan itu. Jika sel-sel saraf terhindar oleh virus baru, mereka akan berada di antaranya.

Ketika coronavirus menempel pada sel, virus bakal terhubung dan menerobos, kemudian mulai mereplikasi.

Virus berkembang di sel-sel nasofaring dan turun ke paru-paru, tetapi juga diketahui aktif pada sel-sel hati, usus, dan jantung. Virus ini menyebar ke seluruh tubuh selama berhari-hari atau berminggu-minggu dalam mode siluman, mengambil alih sel inang sambil menghindari respon imun.

Diperlukan waktu satu atau dua minggu bagi tubuh untuk sepenuhnya mengenali sejauh mana tubuh itu kewalahan. Pada titik ini, reaksinya seringkali tidak tenang dan terukur. Sistem kekebalan masuk ke keadaan hiperaktif, menarik semua alarm yang tersedia untuk memobilisasi mekanisme pertahanan tubuh. Inilah saat orang tiba-tiba jatuh sakit.

Berdasarkan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat, beberapa gejala Covid-19 sangat beragam mulai dari gejala ringan sampai berat. Gejala ini muncul dala 2-14 hari setelah terpapar oleh virus.

Beberapa di antaranya adalah demam, batuk, sulit bernapas, kedinginan, menggigil berulang, sakit otot, sakit kepala, sakit tenggorokan, dan kehilangan indera perasa dan bau.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona covid-19
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top