Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ahli Imunologi Gedung Putih Sebut Remdesivir Efektif Sembuhkan Pasien Covid-19

Fauci yang juga merupakan ahli imunologi Gedung Putih menyebut dengan menggunakan obat itu, waktu pemulihan rata-rata pasien adalah 11 hari, dibandingkan dengan 15 hari dari pasien yang diberi plasebo.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 30 April 2020  |  10:19 WIB
Ilustrasi obat-obatan tablet dan kapsul. - REUTERS/Srdjan Zivulovic
Ilustrasi obat-obatan tablet dan kapsul. - REUTERS/Srdjan Zivulovic

Bisnis.com, JAKARTA – Anthony Fauci, Director of National Institute of Allergy and Infectious Diseases telah mengumumkan penemuan obat virus corona baru pertama yang terbukti efektif melawan penyakit tersebut.

Berbicara di Gedung Putih, dia mengatakan bahwa tes di seluruh dunia terhadap obat anti virus Remdesivir menunjukkan bahwa obat itu memiliki efek yang jelas, signifikan, dan positif dalam mengurangi waktu pemulihan pasien Covid-19.

Fauci yang juga merupakan ahli imunologi Gedung Putih menyebut dengan menggunakan obat itu, waktu pemulihan rata-rata pasien adalah 11 hari, dibandingkan dengan 15 hari dari pasien yang diberi plasebo.

“Apa yang telah dibuktikan adalah bahwa obat dapat memblokir virus corona. Ke depan, kami yakin dan sangat optimis. Tingkat kematian cenderung lebih baik dengan Remdesivir dibandingkan plasebo,” katanya seperti dikutip Metro, Kamis (30/4).

Dia melanjutkan, keberhasilan awal Remdesivir diumumkan karena alasan etis, untuk memberi pasien yang saat ini menderita Covid-19 kesempatan yang lebih baik untuk dirawat dengan obat yang terbukti ampuh.

US Food and Drug Administration juga telah mengumumkan bahwa obat Remdesivir bisa digunakan sebagai pengobatan darurat untuk pasien di Amerika Serikat. Sebagaimana diketahui, Amerika Serikat saat ini telah menjadi episentrum infeksi corona dengan lebih dari 1 juta kasus.

Fauci menambahkan bahwa Remdesivir berpotensi dikombinasikan dengan obat lain untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, sama seperti kombinasi obat yang telah digunakan untuk mengatasi penyakit seperti HIV.

Pengumuman ini menandai terobosan besar pertama dalam perlombaan menemukan pengobatan yang efektif untuk melawan virus corona. Dia sejak awal telah mendesak penggunaan obat Remdesivir dengan kehati-hatian yang perlu diawasi.

Fauci menjelaskan bahwa uji coba telah dilakukan oleh National Institute of Allergy and Infectious Diseases. Dimulai pada 22 Februari dengan melibatkan beberapa pasien yang diberikan pengobatan plasebo dan pasien lain yang diberikan Remdesivir.

Uji coba itu dilakukan dalam skala yang cukup besar, melibatkan 1.090 pasien di berbagai negara di dunia, termasuk Jerman, Yunani, Denmark, Inggris, dan Amerika Serikat.

Dia mengatakan auditor independen menilai keberhasilan obat Remdesivir pada seberapa cepat efeknya dalam membantu pemulihan pasien virus corona. Dia menekankan bahwa obat itu digunakan untuk pasien yang telah didiagnosis.

Menurutnya, hasil ini akan terus dikembangkan dengan tim di seluruh dunia yang berusaha untuk merumuskan suntikan yang efektif. Remdesivir sendiri dikembangkan oleh perusahaan obat Gilead sebagai pengobatan eksperimental untuk Ebola.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top