Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jadi Mualaf, Soal Jilbab Fitria Yusuf tak mau Merasa Terpaksa

Nama Fitria Yusuf sejak sebulan lalu menjadi perbincangan pasca dia memutuskan menjadi mualaf pada pertengahan Maret lalu.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 16 Mei 2020  |  16:44 WIB
Loading the player ...
Video Fitria Yusuf Maret 2017 ketika acting dengan buasa nuansa muslim dengan lata belakang Metropolis Iran. Video: Youtube Fitria Yusuf

Bisnis.com, JAKARTA - Nama Fitria Yusuf sejak sebulan lalu menjadi perbincangan pasca dia memutuskan menjadi mualaf pada pertengahan Maret lalu.

CEO PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk  (CMNP) ini tak menampik banyak orang yang bertanya kapan dirinya menutup aurat dengan berhijab.

Menanggapi hal ini, dia berterima kasih atas semua perhatian dan masukan positif tersebut. Namun Fitria belum siap untuk memakai hijab walaupun sudah menjadi mualaf.

"Buat aku kalau soal agama, itu hubungan aku sama yang di atas. Kalau yang belum bisa jalanin, aku nggak mau terpaksa dong," sebut wanita 37 tahun yang pernah menulis buku Hermes Temptation itu dalam sebuah perbincangan online di aplikasi Vidio, Sabtu (16/5/2020).

Anak Yusuf Hamka yang merupakan pengusaha sekaligus tokoh Muslim Tionghoa Indonesia itu menyebut saat ini dirinya sedang menikmati keyakinan barunya sebagai seorang muslim.

Lebih lanjut Fitria megaku dia tidak pernah mau mengembar-gemborkan keputusannya untuk memeluk Islam. Menjadi mualaf adalah awal perjalanan dari hidupnya yang baru. Dirinya masih perlu banyak belajar.

"Pasti belum sempurna, banyak yang mau dipelajarin," imbuhnya.

Keputusannya menjadi mualaf pun tanpa paksaan. Fitria mengaku terinsipirasi dari sosok sang ayah dan umat muslim di sekitarnya yang saling mengasihi dan mau berkorban untuk orang lain.

"Ayahku, karena dia ingin berbagi, dia setiap hari tetap ke kampung kolong tol, membagikan sembako. Aku selalu tanya kenapa sih, nanti berisiko, (ayah berkata) siapa lagi kalau bukan papa," bebernya.

Dia juga menyebut saat memutuskan untuk mengucapkan syahadat di Masjid Lautze, Sawah Besar, Jakarta Pusat pun mengalir begitu saja tanpa perencanaan. "Nggak ada persiapan khusus, kebetulan sebelum Ramadhan, kebetulan juga sebelum masjid ditutup karena PSBB. Memang sudah waktunya ditentukan (Allah SWT)," tukasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

citra marga nusaphala persada mualaf
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top