Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kabar Baik! Uji Coba Vaksin Moderna Hasilkan Antibodi Virus Corona

Uji coba vaksin virus corona (Covid-19) yang dilakukan pada 45 sukarelawan telah menunjukkan adanya antibodi yang tinggi dari infeksi virus corona.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 20 Mei 2020  |  18:50 WIB
Ilustrasi vaksin virus corona - istimewa
Ilustrasi vaksin virus corona - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Uji coba vaksin virus corona (Covid-19) moderna atau mRNA-1273 memberikan hasil yang menjanjikan.

Tal Zaks, kepala petugas medis Moderna, mengatakan kepada The Financial Times bahwa delapan sukarelawan yang ikut dalam uji coba ini mampu memproduksi antibodi pelindung setara dengan pasien yang pulih dari infeksi virus corona.

"Data ini memperkuat keyakinan kami bahwa mRNA-1273 memiliki potensi untuk mencegah penyakit Covid-19," katanya dilansir dari The Indian Express, Rabu (20/5/2020).

Adapun uji coba yang dilakukan perusahaan farmasi Moderna ini dilakukan kepada 45 sukarelawan dewasa berusia 18 hingga 55 tahun selama sekitar 6 minggu. Mereka mendapat dua dosis vaksin dengan kadar berbeda, rendah dan tinggi.

Dua minggu setelah pemberian dosis kedua, mereka yang mendapat dosis rendah menunjukkan antibodi yang cukup untuk melindungi dari infeksi Covid-19. Diprediksi mereka yang mendapat dosis tinggi juga menghasilkan antibodi yang tinggi. Namun vaksin ini memiliki efek samping seperti menggigil dan sedikit kemerahan di tempat injeksi vaksin.

Hasil uji coba ini setidaknya memberi harapan. Farmasi Moderna pun telah mengantongi izin untuk uji coba tahap II yang akan melibatkan sampel jauh lebih besar.

"Awal studi Fase 2 yang akan datang adalah langkah maju yang penting karena kami terus memajukan pengembangan klinis mRNA-1273, kandidat vaksin kami melawan SARS-CoV-2," sebut Zaks.

Uji coba tahap berikutnya yakni tahap 3 kemungkinan akan dilakukan pada awal musim panas atau Juli mendatang. Jika berhasil, Moderna akan mengajukan the biologics license application (BLA) ke Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) untuk diproduksi massal pada 2021.

Stéphane Bancel, Direktur Eksekutif Moderna mengatakan sudah meneken kontrak dengan Lonza terkait produksi dan distribusinya nanti. Pihaknya juga sudah bekerja sama dengan Vertex untuk mengembangkan teknologi pengiriman mRNA.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

corona vaksin coronavirus Virus Corona
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top