Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Beda Batuk Kering dan Batuk Basah Pada Bayi

Batuk kering membantu membersihkan tetesan postnasal atau iritasi dari sakit tenggorokan. Ini sangat berbeda dengan batuk basah.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 25 Mei 2020  |  09:10 WIB
Dua bayi yang baru lahir menggunakan pelindung wajah di tengah pandemi virus corona COVID-19 di rumah sakit Praram 9, Bangkok, Thailand, Kamis (9/4/2020)./Antara - Reuters
Dua bayi yang baru lahir menggunakan pelindung wajah di tengah pandemi virus corona COVID-19 di rumah sakit Praram 9, Bangkok, Thailand, Kamis (9/4/2020)./Antara - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -- Batuk bayi dapat berarti banyak hal yang berbeda, dan bukan seolah-olah Anda dapat bertanya kepada bayi Anda apa yang salah.

Terkadang sulit untuk mengetahui apakah Anda harus menghubungi dokter untuk meminta nasihat, membuat janji, atau langsung menuju ruang gawat darurat.

Batuk adalah cara tubuh melindungi dirinya sendiri, jelas Howard Balbi, M.D., direktur penyakit menular anak di Nassau County Medical Center di East Meadow, New York dikutip dari parents.com, Senin (25/5/2020). Batuk berfungsi sebagai metode yang digunakan tubuh untuk menjaga saluran udara tetap jernih, membersihkan tenggorokan berdahak, tetesan postnasal (lendir hidung yang menetes ke bagian belakang tenggorokan), atau sepotong makanan yang menyangkut.

Ada dua jenis batuk yakni batuk kering dan batuk basah.

Batuk Kering Bayi: Ini terjadi ketika bayi menderita pilek atau alergi. Batuk kering membantu membersihkan tetesan postnasal atau iritasi dari sakit tenggorokan.

Batuk Basah Bayi: Ini hasil dari penyakit pernapasan yang menyertai infeksi bakteri. Batuk basah menyebabkan dahak atau lendir (yang mengandung sel darah putih untuk membantu melawan kuman) terbentuk di saluran udara bayi.

Anak-anak yang dengan umur kurang dari 4 bulan tidak banyak batuk, jadi jika mereka melakukannya, ini serius, kata Catherine Dundon, M.D., seorang profesor klinis pediatri di Vanderbilt University Medical School dan seorang dokter anak di Goodlettsville, Tennessee. Jika bayi yang baru lahir sangat batuk di musim dingin, misalnya, itu bisa menjadi virus pernafasan sinkronisasi (RSV), infeksi virus yang berbahaya untuk bayi. Begitu anak Anda berusia lebih dari 1 tahun, batuknya tidak terlalu mengkhawatirkan, dan sering kali itu hanya menandakan pilek.

Hubungi dokter Anda jika bayi Anda memiliki gejala batuk dengan ciri-ciri apa pun dan dia lebih muda dari 4 bulan, batuk kering berhubungan dengan pilek (pilek tapi tidak demam) yang berlangsung lebih dari lima hingga tujuh hari, batuk kering atau basah dengan pilek dan demam 100 derajat atau lebih, Mengi (nafas berbunyi) ringan.

Namun, bayi juga bisa tersedak oleh makanan atau barang yang ia masukkan ke dalam mulut. Jika Anda mencurigai tenggorokan bayi benar-benar tertutup, balikkan bayi dan segera berikan lima pukulan ringan pada punggung di antara tulang belikatnya. Jika hal itu tidak juga bisa membuat bayi bernafas, hubungi hotline gawat darurat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bayi tips sehat Batuk
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top