Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Update Vaksin Corona, China Percepat Pengembangan Vaksin Tidak Aktif Covid-19

Vaksin yang tidak aktif (inactived vaccine) adalah vaksin yang terdiri dari partikel virus, bakteri, atau patogen lain yang telah tumbuh dalam kultur dan kemudian kehilangan kapasitas produksi penyakitnya.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 02 Juni 2020  |  10:47 WIB
Calon vaksin virus Corona (Covid-19). - Shutterstock
Calon vaksin virus Corona (Covid-19). - Shutterstock

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan China National Biotec Group (CNBG) berharap vaksin virus corona baru (Covid-19) yang dikembangkan di China segera menyelesaikan uji klinis dan bersiap untuk dipasarkan pada akhir tahun ini atau awal tahun depan.

CNBG yang merupakan anak perusahaan dari China National Pharmaceutical Group, memiliki dua vaksin Covid-19 yang tidak aktif dan berada dalam tahap uji klinis fase kedua.

Sebagai informasi, vaksin yang tidak aktif (inactived vaccine) adalah vaksin yang terdiri dari partikel virus, bakteri, atau patogen lain yang telah tumbuh dalam kultur dan kemudian kehilangan kapasitas produksi penyakitnya.

Dilansir dari Xinhuanet, Selasa (2/6/2020) perusahaan mengatakan lebih dari 2.000 orang telah menerima vaksin dan data klinis telah memverifikasi keamanan serta kemanjurannya, menunjukkan bahwa reaksi yang merugikan jauh lebih rendah dari produk serupa lain.

CNBG juga dilaporkan telah meningkatkan kapasitas produksi vaksinnya. Perusahaan telah membangun unit produksi besar di Beijing yang dapat memenuhi persyaratan perlindungan bio-safety tingkat tinggi. Unit ini akan dapat memproduksi 100-120 juta vaksin per tahun.

Fasilitas produksi vaksin lain di Wuhan diperkirakan akan selesai pada akhir bulan ini atau awal bulan depan. Bersama-sama, kedua unit produksi ini diharapkan mampu memproduksi 200 juta vaksin Covid-19 yang tidak aktif per tahun, yang diharapkan bisa membantu pasokan kebutuhan mendatang.

Berdasarkan data Worldometer hingga hari ini, jumlah kasus Covid-19 di China berjumlah sekitar 83 orang dengan kasus positif. Angka kematiannya sekitar 4.600 kasus dan angka kesembuhannya mencapai 78.000 kasus.

Adapun, di tingkat global kasus virus corona baru ini telah menjangkit lebih dari 6,3 juta orang, dengan angka kematian sebanyak 377.000 kasus dan angka kesembuhannya mencapai 2,9 juta kasus di seluruh dunia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china vaksin Virus Corona
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top