Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

3 Fakta Penting Seputar Susu

Banyak juga yang salah kaprah soal keberadaan minuman berwarna putih itu
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 02 Juni 2020  |  18:38 WIB
Ilustrasi - Sheknows
Ilustrasi - Sheknows

Bisnis.com, JAKARTA -- Hari Susu Sedunia jatuh pada tanggal 1 Juni setia tahunnya. Tetapi banyak pertanyaan seputar susu, masih sama setiap tahunnya.

Banyak juga yang salah kaprah soal keberadaan minuman berwarna putih itu.

Berikut cek fakta seputar susu.

1.Apakah benar mengonsumsi susu bisa menambah tinggi anak?

Prof. Hardinsyah Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia mengatakan bahwa pengaruh genetic itu sekitar 10%-20%, faktor makanan dan lingkungan lebih dominan dalam jangka panjang dan dapat mempengaruhi genetik.

“Susu bukan satu-satunya pangan sumber zat gizi, tetapi susu dapat melengkapi pemenuhan gizi yang berkualitas dalam mewujudkan gizi seimbang,” ujarnya dalam webinar Perayaan Hari Susu Sedunia dan Hari Susu Nusantara 2020 bersama Frisian Flag Indonesia, Selasa (2/6/2020).

2. Mana yang lebih baik, susu UHT atau susu bubuk?

Hardinsyah menuturkan bahwa proses pengolahan susu yang tidak signifikan menurunkan jumlah kalsium dan protein. Lebih banyak pengaruh pengolahan pada vitamin yang dikandungnya bila menggunakan suhu tinggi dan lama.

“Itulah sebabnya, pengolahan secara UHT dalam sekejap sehingga tidak banyak vitamin yang hilang. Bila susu dibubukkan maka akan banyak vitamin yang hilang karena itu dipulohkan dengan menambahkan vitamin,” tuturnya.

3.Seberapa tinggi kandungan protein di dalam susu dibandingkan daging dan telur?

Kandungan protein dalam 100 gram daging atau telur lebih tinggi sekitar dua kali lipat dibandingkan dalam 100 gram susu.

“Tetapi masing-masing kan punya keunggulan atau kekurangan beberapa zat gizi. Karena itu semua perlu dikonsumsi saling melengkapi tetapi tidak berlebihan,” ujar Hardi.

Pandemik Covid-19 meningkatkan kesadaran hidup sehat banyak orang yang juga potensi pada era new normal. Kesadaran tersebut berimplikasi terhadap peningkatan permintaan komoditas untuk hidup sehat, seperti suplemen, herbal, buah, sayur dan pangan hewani termasuk susu

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

protein susu
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top