Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Diet Alpukat Bisa Tingkatkan Kecerdasan Bagi Penderita Obesitas

Bagi penderita obesitas yang mengonsumsi alpukat saat diet, ternyata bisa memberikan manfaat bagi kemapuan kognitif atau meningkatkan kecerdasan.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 17 Juni 2020  |  09:51 WIB
Alpukat - boldsky.com
Alpukat - boldsky.com

Bisnis.com, JAKARTA – Diet dengan mengonsumsi alpukat ternyata dapat meningkatkan kemampuan kognitif bagi orang yang menderita kelebihan berat badan atau obesitas.

Hal tersebut diungkap dalam sebuah penelitian yang diposting di situs University of Illinois ( UI) pada Jumat lalu. Studi ini juga telah dipublikasikan dalam International Journal of Psychophysiology.

Dilansir dari kantor berita Xinhua, Rabu (17/6/2020), para peneliti menyediakan makanan setiap hari selama 12 minggu untuk 84 orang dewasa dengan kelebihan berat badan atau obesitas. Makanan identik dengan kalori dan makronutrien. Satu kelompok diberi alpukat dan kelompok lainnya tidak.

Pada awal dan akhir penelitian, para peserta menyelesaikan tiga tes kognitif untuk mengukur fokus dan inhibisi atau hambatan bagi otot-otot bekerja. Selain itu, para peneliti mengukur kadar lutein dalam serum partisipan dan retina mereka, yang terkait dengan konsentrasi lutein di otak.

Hasilnya, peneliti menemukan bahwa para peserta yang diet dengan memakan alpukat meningkatkan kemampuan untuk mempertahankan fokus pada tugas yang sedang dilakukan bahkan dalam menghadapi gangguan. Sementara, tidak ada perbedaan dalam dua tes kognitif lainnya.

"Bisa jadi nutrisi dalam alpukat memiliki tindakan spesifik di otak yang mendukung kemampuan untuk melakukan tugas ini khususnya, atau mereka (alpukat) bisa bermanfaat lebih untuk kemampuan kognitif tertentu daripada yang lain," kata profesor kinesiologi dan kesehatan masyarakat Naiman Khan, yang memimpin penelitian ini.

"Mungkin juga dengan studi yang lebih lama atau tes yang berbeda, kita bisa melihat efek lainnya,” tambahnya.

Temuan tak terduga lainnya yakni, peserta yang makan alpukat memiliki kadar lutein lebih tinggi pada akhir penelitian, perubahan kadar lutein tidak berkorelasi dengan perubahan kognitif mereka.

"Alpukat juga kaya serat dan lemak tak jenuh tunggal. Ada kemungkinan bahwa nutrisi lain ini mungkin telah memainkan peran dalam efek kognitif yang kita lihat, tetapi kami fokus pada lutein dalam analisis kami," kata mahasiswa pascasarjana Caitlyn Edwards, penulis utama penelitian ini.

Untuk berikutnya, Edwards mengaku mungkin fokus analisis mengarah pada nutrisi lain yang ditemukan dalam alpukat, atau dampak konsumsi alpukat pada tindakan lain seperti status berat badan, peradangan dan kemungkinan perubahan dalam microbiome

Meskipun penelitian ini difokuskan pada alpukat, sumber makanan lain lutein, serat dan lemak tak jenuh seperti sayuran hijau atau telur juga memiliki potensi manfaat kognitif dan kesehatan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

obesitas diet covid-19
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

BisnisRegional

To top