Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

WHO Peringatkan Obat Dexamethasone Ada Risiko Memperburuk Infeksi

Obat terobosan itu dilaporkan memiliki efek positif pada pasien Covid-19. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan Inggris, obat itu ditemukan dapat mengurangi angka kematian hampir sepertiga kasus yang paling parah, tetapi data lengkapnya masih belum dirilis.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 18 Juni 2020  |  14:46 WIB
Dexamethasone - Antara/Reuters/Yves Herman
Dexamethasone - Antara/Reuters/Yves Herman

Bisnis.com, JAKARTA – World Health Organization (WHO) telah memperingatkan penggunaan obat dexamethasone hanya untuk kasus kritikal pada pasien virus corona baru dan tidak untuk digunakan secara umum.

Obat terobosan itu dilaporkan memiliki efek positif pada pasien Covid-19. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan Inggris, obat itu ditemukan dapat mengurangi angka kematian hampir sepertiga kasus yang paling parah, tetapi data lengkapnya masih belum dirilis.

Oleh sebab itu, organisasi kesehatan dunia telah mengeluarkan penyataan yang mengatakan bahwa para peneliti telah berbagi wawasan awal tentang hasil uji coba. WHO juga menantikan analisis data lengkapnya dalam beberapa hari mendatang.

Lembaga kesehatan internasional itu juga akan melihat data uji klinis lain tentang obat dexamethasone untuk lebih memahami efek dan dampak yang ditimbulkan dari penggunaan obat terhadap pasien Covid-19.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyeses mengatakan penelitian tersebut memberikan harapan dalam konteks pengobatan pasien. Akan tetapi, dalam briefing yang dilakukan pejabat organisasi menegaskan kembali bahwa penggunaan obat hanya terbatas pada kasus parah.

“Dexamenthasone terbukti tidak memiliki efek yang menguntungkan bagi mereka yang hanya memiliki penyakit ringan, yang tidak membutuhkan bantuan pernapasan. Kami membutuhkan lebih banyak terapi yang dapat digunakan untuk mengatasi Covid-19, termasuk bagi yang gejala ringan,” katanya.

Mike Ryan, Kepala Program Kedaruratan WHO kembali menegaskan hal tersebut. Dia menyerukan penggunaan obat itu tidak boleh sembarangan dan digunakan seenaknya oleh masyarakat luas.

“Sangat penting untuk diingat bahwa obat ini digunakan di bawah pengawasan medis. Ini bukan untuk kasus ringan, ini bukan untuk profilaksis,” katanya seperti dikutip dari The Guardian, Kamis (18/6).

Dia melanjutkan kendati obat itu menunjukkan tanda-tanda menjanjikan bagi pasien dengan penyakit kritis. Di sisi lain obat itu juga dalam beberapa kasus dapat membuat infeksi lebih buruk dengan membantu proses replikasi virus.

Obat dexamethasone tidak bekerja dengan cara memblokir virus, tetapi dengan mengurangi peradangan di dalam dan di sekitar paru-paru, “Jadi ini bukan pengobatan untuk virus itu sendiri,” tandasnya.

Menurut Ryan, obat ini justru harus dilihat sebagai salah satu bagian dari pendekatan kombinasi untuk mengobat Covid-19 bersama dengan peralatan oksogen, ventilator, dan obat antivirus. Oleh sebab itu, tidak disarankan untuk penggunaan oleh masyarakat umum.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

who Dexamethasone
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top