Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pasanganmu Ternyata Psikopat? Kenali Ciri-cirinya Berikut Ini

Sebab psikopat selalu digambarkan dengan orang yang suka membunuh, melakukan orientasi seks, atau melakukan perbuatan gila yang disadari dan tanpa penyesalan.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 19 Juni 2020  |  14:47 WIB
Ilustrasi kencan - sheknows
Ilustrasi kencan - sheknows

Bisnis.com, JAKARTA – Psikopat, kata ini mungkin membuat sebagian orang takut.

Sebab psikopat selalu digambarkan dengan orang yang suka membunuh, melakukan orientasi seks, atau melakukan perbuatan gila yang disadari dan tanpa penyesalan.

Namun nyatanya kata ‘psikopat’ tidak menggambarkan kondisi medis yang sebenarnya. Kelly Scott, seorang terapis di Tribeca Therapy, Manhattan, mengatakan orang-orang menggunakan kata 'psikopat' untuk menggambarkan seseorang yang perilakunya menentang norma-norma sosial dan pemahaman konvensional tentang benar dan salah.

"Dari sudut pandang klinis, kata 'psikopat' tidak berarti apa-apa," ujarnya dilansir dari Insider, Jumat (19/6/2020).

Scott mengatakan bahwa diagnosis terdekat yang mencerminkan representasi stereotip psikopat dalam budaya populer adalah gangguan kepribadian antisosial (antisocial personality disorder/ASPD).

Menurut Mayo Clinic, ASPD adalah gangguan mental yang menyebabkan orang tidak menghargai benar atau salah, empati, atau kesejahteraan orang lain.

Meskipun orang-orang dengan ASPD menunjukkan perilaku hubungan yang tidak sehat dan bahkan toxic, namun mereka sangat karismatik dan pandai berpura-pura empati.

Bisa jadi, saat ini Anda sedang menjalani hubungan dengan mereka. Berikut adalah empat indikator bahwa mungkin Anda berkencan dengan seorang psikopat atau seseorang dengan ASPD menurut Scott.

1. Mereka berbahaya bagi orang lain tanpa penyesalan, apakah itu secara finansial, emosional, atau fisik.

Scott mengatakan orang dengan ASPD lebih cenderung untuk menipu dan terlibat dalam kejahatan terorganisir karena kurangnya kepedulian mereka melukai orang.

Menurut Mayo Clinic, salah satu gejala utama ASPD adalah kurangnya rasa moral dan tidak memiliki masalah yang merugikan orang secara finansial, emosional, dan bahkan secara fisik jika itu berarti mereka mendapatkan sesuatu dari itu.

2. Mereka hanya melakukan hal-hal untuk keuntungan pribadi.

Orang dengan ASPD bertindak semata-mata untuk keuntungan pribadi, yang dapat berarti mengeksploitasi orang-orang di sekitar mereka, termasuk orang yang dicintai bahkan keluarga.
Ini dapat bermanifestasi dalam manipulasi, berbohong, mencuri, dan praktik berbahaya lainnya.

Perilaku ini dapat berujung pada tingkat pelecehan dalam hubungan mereka.

3. Mereka tidak memiliki empati.

Psikopat hampir selalu digambarkan secara fisik melukai atau membunuh seseorang. Sementara orang dengan ASPD seringkali bisa kejam dalam cara mereka menunjukkan kurangnya empati mereka.

Menurut Scott, terkadang kurangnya empati dapat muncul dengan cara yang lebih halus.

"Kamu tidak harus membunuh seseorang untuk mendapatkan diagnosis itu. Kamu bisa melakukannya dengan cara non-fisik. Bisa dengan mengasuh dan menggunakan anakmu untuk memenuhi kebutuhanmu sendiri,” tuturnya.

4. Orang dengan ASPD jarang terdeteksi dan biasanya sangat menawan.

Mungkin sangat sulit untuk mendeteksi gejala-gejala yang mendasari ASPD karena orang-orang dengan kondisi tersebut dapat sangat menawan, bahkan kadang-kadang memalsukan empati.

"Ciri khas dari ASPD adalah orang tidak tahu bahwa mereka berinteraksi dengan seseorang yang benar-benar berbahaya. Mereka menawan, penuh perhatian, dan tampak bijaksana,” tukas Scott.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

psikolog Relationship
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top