Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Yuk, Didik Anak Melek Finansial Sejak Kecil

Selalu sisihkan 10 persen untuk ditabung. Apabila keadaan tidak buruk, maka harus menabung lebih dari itu. Uang tabungan ini bisa digunakan dalam kejadian-kejadian terduga.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 22 Juni 2020  |  19:23 WIB
Ilustrasi menabung - Istimewa
Ilustrasi menabung - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Sejak dini, anak harus mendapatkan pendidikan untuk menabung dan mengenal pola konsumsi dalam kehidupan sehari-hari.

CEO & Founder Jouska Indonesia Aakar Abyasa mengatakan bahwa kunci pembelajaran bagi anak adalah konsumsi, dengan mengajarkan pola konsumsi yang tepat maka akan berimbas baik pada anak, karena anak akan paham tentang keuangan sedari kecil.

“Ternyata kalau kita belajar ekonomi makro, PDB kan kuncinya ada di konsumsi. Selama ini kan kita mengajarkan anak menabung supaya bisa memenuhi keinginannya, tidak ada yang salah sih tapi untuk saat ini, pondasinya bukan di saving tapi konsumsi jadi ajakan anak 0 tahun - 5 tahun fokusnya adalah bagaimana caranya anak bisa mengkonsumsi segala sesuatu tidak berlebihan, tidak ada dendam karena apabila dikonsumsi dengan tepat,”

Ia menambahkan bahwa ada beberapa perlakuan yang bisa dilakukan untuk masing-masing umur anak agar anak bisa melek finansial dan cepat mandiri. Untuk anak umur 6 tahun - 12 tahun bisa diajarkan pola overheard yang mana bisa diajarkan pola budgeting dengan contoh ketika makan di luar berikan budget makan untuk anak agar tidak konsumtif dan sampaikan dengan baik tanpa paksaan dan biarkan mengalir.

“Umur 13 tahun - 18 tahun baru perlakukan anak secara proper seperti baca jurnal, ikut kelas. Untuk umur 18  tahun - 23 tahun sudah bisa dipraktekkan secara legal, investasi sendiri punya NPWP sendiri. Kalau ini semua sudah dibangun sedari dini, harusnya pada umur 24 tahun isu finansialnya sudah jauh berkurang.”

Dia mengatakan bahwa ada satu prinsip dasar klasik yang harus mulai diterapkan, yakni apapun kejadian terburuk dalam hidup kita, sisihkan 10 persen untuk ditabung. Apabila keadaan tidak buruk, maka harus menabung lebih dari itu. Uang tabungan ini bisa digunakan dalam kejadian-kejadian terduga.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi generasi muda menabung
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top