Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dekan FKUI Sebut Dokter di Surabaya Sudah Kewalahan Tangani Pasien Covid-19

dr. Ari Fahrial Syam, dokter spesialis penyakit dalam-Gastroenterologi-Hepatologi mengatakan bahwa jumlah kasus pasien yang terinfeksi virus Covid-19 di Surabaya sangat tinggi, bahkan mendekati Jakarta.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 23 Juni 2020  |  17:38 WIB
Dr Ari Fahrial Syam - PB Pegi
Dr Ari Fahrial Syam - PB Pegi

Bisnis.com, JAKARTA -- Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Surabaya Raya akhirnya diputuskan tidak diperpanjang lagi, bahkan Senin (22/6/2020) merupakan hari terakhir masa transisi dari new normal.

Hari ini mayoritas warga Surabaya sudah berkegiatan seperti biasa bahkan seperti tidak terjadi apa-apa. Bagaimana pendapat dari pihak dokter?

dr. Ari Fahrial Syam, dokter spesialis penyakit dalam-Gastroenterologi-Hepatologi mengatakan bahwa jumlah kasus pasien yang terinfeksi virus Covid-19 di Surabaya sangat tinggi, bahkan mendekati Jakarta.

"Dokter disana sudah kewalahan, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini disarankan datang ke RSUD Soetomo agar melihat kewalahan dan dokter yang meninggal di RS itu. Dokter praktik itu juga jadi pasien," tuturnya melalui siaran di INews, Selasa (23/6/2020).

Dia menambahkan bahwa ia melihat Surabaya sangat berani mengakhiri Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Pasalnya, berkaca pada Jakarta beberapa waktu yang lalu, belum sampai seminggu Pembatasan Sosial Berskala Besar Masa Transisi (PSBBT) di DKI Jakarta diberlakukan, tren kasus baru Covid-19 terus menjulang sejak PSBB Jilid I. Serta Jawa Barat, yang PSBB-nya harus dilanjutkan.

"Ini jadi parameter bahwa terjadilah peningkatan kasus yang datang ke RS. Ketika kita bicara jumlah kasus yang banyak, satu, bisa karena peningkatan pemeriksaan PCR atau benar karena pemeriksaan aktif atau datang ke RS karena keluhan. Artinya kasus ini jadi positif lebih tinggi." Katanya.

Dia juga menjelaskan angka kematian di Surabaya mencapai 10 persen, atau di atas angka kematian nasional yang sebesar 5 persen.

Dia mengatakan tingginya kasus di Surabaya saat ini mirip dengan kejadian di Jakarta Maret April 2020 lalu, dan seharusnya tidak terjadi karena mestinya belajar dari Jakarta agar tidak terulang di Surabaya.

Dia juga menambahkan jika di Jakarta angka positif tinggi karena tes yang dilakukan secara menyebar, tapi hal ini belum terbukti di Surabaya. Apakah jumlah meningkat karena hasil tes, atau karena pasien datang berobat ke RS karena keluhan. Alasan kedua ini menurutnya yang harus diwaspadai.

Sebagai informasi, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat penambahan kasus baru pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1.051 orang, sehingga total pasien terkonfirmasi Covid-19 menjadi 47.896 kasus.

"Kalau dilihat kasus ini sebarannya, peningkatan tertinggi hari ini ada di Jawa Timur," ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Percepatan Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto, Selasa (23/6/2020). 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

surabaya Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top