Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dampak Buruk Bagi Anak-Anak Jika Terlalu Lama Berada di Rumah

Dr Wass mengatakan anak-anak kehilangan interaksi vital 'peer-on-peer' ketika hanya terlibat dengan orang tua mereka. 
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 24 Juni 2020  |  16:25 WIB
Anak belajar di rumah
Anak belajar di rumah

Bisnis.com, JAKARTA -- Kegiatan belajar di rumah siswa sekolah akibat virus corona sudah berlangsung selama tiga bulan.

Kondisi ini, membuat anak-anak telah kehilangan kemampuan mengembangkan keterampilan vital dengan rekan-rekan mereka, menurut psikolog UEL Dr Sam Wass.

Dikutip dari Express.co.uk, Rabu (24/6/2020), Dr Wass mengatakan anak-anak kehilangan interaksi vital 'peer-on-peer' ketika hanya terlibat dengan orang tua mereka. 

Dr Wass menjelaskan mengapa membawa anak kembali ke ruang kelas sangat penting. "Berinteraksi dengan orang dewasa selalu ada asimetri - satu selalu anak dan satu selalu orang dewasa."

Sedangkan dengan interaksi peer-on-peer - anak-anak berdebat tentang siapa yang menjadi kapten dalam permainan, siapa yang berteman dengan siapa - tidak ada asimetri itu. Tidak ada yang bisa memutuskan, tidak ada yang lebih istimewa karena mereka lebih muda atau lebih tua.

Ini kompetisi di antara yang sederajat. Dia mengatakan belajar menjadi persuasif dalam situasi seperti itu adalah bagian yang sangat penting dari pengalaman sekolah yang tidak bisa didapatkan anak-anak di rumah.

Saat itulah mereka harus bekerja keras untuk belajar bagaimana menjadi persuasif, bagaimana membela diri sendiri. Kita tahu bahwa anak-anak yang lebih terisolasi secara sosial cenderung memiliki pencapaian pendidikan yang lebih rendah. Rutinitas dan stabilitas yang dibawa sekolah juga penting.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

parenting belajar di rumah
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top