Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penyebab Pasien Covid-19 Kehilangan Indera Penciuman

Harvard Health menyakini bahwa hal tersebut merupakan hasil dari patogen yang memengaruhi fungsi otak
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 26 Juni 2020  |  07:46 WIB
Hidung - Istimewa
Hidung - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Komunitas ilmiah di seluruh dunia terus meneliti dan mengamati virus corona baru yang telah menyebabkan pandemi Covid-19.

Ahli dan ilmuwan kesehatan juga terus memberikan peringatan kepada pemerintah di berbagai negara yang mulai melonggarkan aturan penanganan Covid-19, agar berhati-hati dengan kemampuan virus jenis baru ini.

Pasalnya, virus tersebut masih menunjukkan keganasannya, kendati sejumlah ilmuwan mengklaim bahwa virus mulai melemah. Akan tetapi, track record virus yang terus diketahui menyebabkan berbagai gejala di banyak organ tubuh harus diwaspadai.

Misalnya seperti yang ditemukan oleh Paul Garner, Profesor Penyakit Menular di Liverpool School of Tropical Medicine. Dia mencatat pertempuran yang berlangsung pada pasien dengan gejala parah selama beberapa bulan terakhir.

Dalam jurnalnya di BMJ, dia menulis bahwa gejala-gejala yang disebabkan oleh virus baru itu terus berubah, “Seperti kalender yang terus bergerak. Setiap hari ada kejutan, sesuatu yang baru,” katanya seperti dikutip Express UK, Kamis (25/6).

Survei luas gejala Covid-19 oleh Garner merupakan panduan yang bermanfaat. Ini adalah dokumen berharga untuk meningkatkan kesadaran tentang berbagai gejala yang mungkin dialami oleh seseorang yang terinfeksi virus.

Dalam catatannya, dia bercerita awalnya tidak mengira bahwa dirinya terkena Covid-19. Akan tetapi dia skeptis dan melumuri tangannya dengan pemutih. Anehnya, Garner tidak mencium bau klorin yang terkandung dalam cairan pemutih tersebut.

Dia sadar telak kehilangan kemampuan tersebut. Adapun, kehilangan bau saat ini telah diidentifikasi sebagai salah satu gejala utama yang disebabkan oleh infeksi Covid-19 pada sejumlah pasien.

Harvard Health menyakini bahwa hal tersebut merupakan hasil dari patogen yang memengaruhi fungsi otak. National Health Service juga menyebut kebanyakan orang dengan virus corona memiliki gejala yang serupa.

Jadi, gejala virus corona makin hari makin terlihat beragam. Gejala paling umum yang bisa ditemukan pada pasien adalah pilek, sakit tenggorokan, batuk, demam, hingga kehilangan kemampuan merasakan bau.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Gejala Penyakit
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top