Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Studi Baru Ungkap Covid-19 Parah Dapat Menyebabkan Komplikasi Otak

Sejauh ini, penyakit Covid-19 yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 lebih banyak diketahui memiliki keterkaitan dengan mekanisme pernapasan pasien
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 26 Juni 2020  |  11:56 WIB
Otak - boldsky.com
Otak - boldsky.com

Bisnis.com, JAKARTA – Sebuah studi pendahuluan yang melibatkan pasien Covid-19 di rumah sakit menunjukkan bahwa penyakit ini dapat merusak otak, menyebabkan komplikasi seperti stroke, peradangan, psikosis, dan gejala mirip demensia dalam beberapa kasus parah.

Dilansir dari Telegraph, Jumat (26/6) penelitian itu diterbitkan dalam jurnal Lancet Psychiatry dengan melihat secara rinci 125 kasus pasien virus corona baru di Inggris. Datanya dikumpulkan antara 2 April hingga 26 April, ketika penyakit ini menyebar secara ekponensial di Inggris.

Temuan ini adalah pandangan terperiinci pertama tentang keterkaitan antara Covid-19 dan komplikasi neurologis. Para peneliti menggarisbawahi perlunya penelitian yang lebih besar untuk menemukan mekanisme di belakang hal ini dan membantu motode perawatan bagi pasien.

“Ini adalah gambaran penting dari komplikasi terkait otak dan Covid-19 pada pasien yang dirawat di rumah sakit. Kami akan terus mengumpulkan informasi ini untuk benar-benar memahami virus ini,” kata Sarah Pett, Profeser di University College London, yang juga ikut memimpin penelitian.

Benedict Michal, peneliti utama lainnya dari Lipervool University menegaskan bahwa penyakit komplikasi terkait neurologi hanya muncul pada pasien-pasein Covid-19 dengan kondisi parah yang telah dirawat di rumah.

Dia juga menegaskan masih perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui lebih banyak hal yang ada, kaitannya antara Covid-19 dan neurologis seseorang, termasuk bagaimana mekanisme saling terhubungnya dengan detil dan metode perawatan pasien yang efektif.

Sejauh ini, penyakit Covid-19 yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 lebih banyak diketahui memiliki keterkaitan dengan mekanisme pernapasan pasien. Penyakit penyerta yang ada hubungannya dengan sistem pernapasan bisa menjadi faktor risiko infeksi virus, dan bisa mengakibatkan kondisi parah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona otak
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top