Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

3 Pekerjaan Ini Bisa Dilakukan dari Rumah Saat New Normal

New normal telah menimbulkan kesempatan baru bagi setiap orang untuk berkreativitas dan menciptakan pekerjaan baru.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 29 Juni 2020  |  19:54 WIB
Gaun pengantin Kate Middleton - nydailynews
Gaun pengantin Kate Middleton - nydailynews

Bisnis.com, JAKARTA -- Banyak orang harus melakukan peralihan karir secara tiba-tiba ketika mereka terpaksa bekerja dari rumah selama wabah virus corona merebak karena kebijakan lockdown yang berlaku.

Dilansir melalui BBC, ada tiga jenis pekerjaan yang sebelumnya dianggap hanya dapat dilakukan melalui pertemuan langsung dengan klien, ternyata dapat dikerjakan dari rumah secara efektif.

1. Terapi bicara

Shameena Rabbi, 39 tahun, adalah terapis bicara dan pengusaha yang tinggal di Essex. Dia memimpin tim yang terdiri dari 25 terapis yang bekerja dengan orang-orang yang memiliki masalah komunikasi. Banyak dari kliennya adalah keluarga dengan anak-anak autis, Down's Syndrome, atau cerebral palsy.

Biasanya tim bekerja di klinik dan sekolah di London, tetapi sejak lockdown mereka harus melakukan pekerjaan dari jarak jauh. Terapis melakukan panggilan video dari rumah mereka untuk menjangkau klien. Mereka menyebutnya dengan teleterapi.

Mereka menggunakan aplikasi seperti WhatsApp, Google Meet dan FaceTime dan mengikuti pedoman telehealth.

Karena terapis tidak dapat melakukan aspek fisik dari terapi online, mereka harus mendelegasikan ini kepada orang tua, yang mungkin tidak selalu hadir di sesi.

"Namun, itu ternyata menjadi sesuatu yang secara mengejutkan memberdayakan dan bermanfaat," kata Shermeena.

Dia terkesan dengan berapa efektifnya sesi terapi online. "Untuk pasien yang lebih muda, layar digital hanyalah bagian dari kehidupan normal," katanya. Sangat menyenangkan melihat pasien berada di rumah mereka dan ini mengurangi biaya perjalanan untuk semua orang, tambahnya.

2. Butik Gaun Pengantin

Anna Wood, 40 tahun, mengelola butik gaun pengantinnya sendiri di desa Long Buckby, Northampton Shire.

Dia sebelumnya menjalankan beberapa perusahaan online tetapi selalu bermimpi memiliki tempat bisnis sendiri. Dia mengambil cuti dari pekerjaan untuk menikah dan ini terbukti sebagai momen pencerahannya.

“Saya tidak pernah benar-benar mendapatkan pengalaman yang saya inginkan sebagai pengantin wanita mengunjungi butik, jadi saya melihat celah di pasar,” kenangnya.

Butiknya dibuka pada Oktober 2018 dan melayani hampir 100 pengantin sebelum virus corona menyerang. Meskipun Anna menyukai ketika bekerja di butik, lockdown telah membuatnya mempertanyakan berbagai hal, dan dia sekarang berpikir untuk menutup butiknya begitu sewanya habis.

Lockdown justru telah membuatnya fokus pada bagian bisnis yang menurutnya paling menguntungkan, apa yang ia sebut sebagai pelatihan (coaching) untuk pengantin wanita.

"Tidak semua pengantin menikah dan berada tempat yang benar-benar bahagia, beberapa sangat cemas dan memiliki masalah kepercayaan diri," kata Anna.

Orang-orang di industri gaun pengantin telah lama mengetahui bahwa aktivitas belanja telah bermigrasi secara online, tetapi mereka yakin akan kebal karena ini adalah layanan khusus yang dipersonalisasi, kata Anna.

Namun lockdown telah membuat orang sadar bahwa mereka juga bisa mendapatkan layanan pribadi yang memuaskan secara online.

3. Produksi Digital

Annabel Sheen, 30 tahun, bergabung dengan Imperial War Museum di London pada bulan April. Namun, museum ditutup untuk umum karena virus corona.

Biasanya bangunan itu akan menjadi fokus rutinitas hariannya. Perannya adalah membuat koleksi menjadi hidup, spesialisasinya adalah membuat pameran digital.

“Saya belum pernah bertemu kolega saya secara langsung, saya bahkan belum mendapatkan kartu staf saya,” katanya.

Bekerja di museum adalah tentang mengenal ruang fisik, memantau pameran dan kurator di sana, sehingga lockdown telah menjadi tantangan besar. "Hampir semua yang saya kerjakan adalah konten baru yang bukan bagian dari rencana tim kami beberapa bulan yang lalu," tambahnya.

Seminar umum yang akan diadakan di museum juga telah bermigrasi secara online, dan Annabel juga harus membantu siaran langsungnya. Dia berharap untuk akhirnya bisa bertemu timnya ketika lockdown mereda dan museum dibuka.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

peluang bisnis pekerjaan Virus Corona New Normal
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top