Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Film Terbaik 2020, Setidaknya untuk Saat Ini

Saat pandemi virus corona (Covid-19), aktivitas rilis dan pembuatan film terhambat. Setidaknya telah ada 10 film yang menjadi sorotan pada tahun ini.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 06 Juli 2020  |  15:47 WIB
Film Da 5 Bloods dirilis pada 2020
Film Da 5 Bloods dirilis pada 2020

Bisnis.com, JAKARTA -- Kritikus film BBC Culture, Nicholas Barber dan Caryn James memilih 10 film yang berada di bawah sorotan tahun ini, termasuk "Da 5 Bloods", "The Hunt", dan "Bacurau".

Seperti dilansir melalui BBC pada Senin (6/7/2020), berikut adalah 10 film terbaik yang dirilis sepanjang tahun ini. Daftar di bawah tidak dibuat berdasarkan peringkat.

1. Da 5 Bloods

Ini merupakan film epik Spike Lee terbaru yang penuh gairah dan menggabungkan drama yang intens dengan kecerdasan. Film ini bercerita tentang empat veteran kulit hitam Amerika yang kembali ke Vietnam untuk mencari jasad tubuh teman mereka yang hilang, dan juga simpanan emas.

Lee mengambil pandangan sejarah panjang tentang AS dan rasisme. Para sekawan ini adalah individu dengan kepribadian yang rumit yang diciptakan dengan sangat cepat. Delroy Lindo bahkan digadang-gadang akan meraih Oscar berkat penampilannya yang cemerlang.

2. The Personal History of David Copperfield

Salah satu ketidakadilan terburuk di industri film adalah The Personal History of David Copperfield yang hanya mendapatkan satu nominasi pada Baftas Februari ini. Bahkan menurut standar sutradara dan penulisnya, Armando Iannucci, film yang penuh kegembiraan dan tanpa akhir ini adalah prestasi gemerlap yang mengangkat standar adaptasi Charles Dickens.

Film ini adalah perayaan penuh cinta dengan penggunaan warna-warna cerah, split screens, sulih suara dan sekuen fantasi. Meskipun berlatar belakang kemiskinan dan sistem kelas di era Victoria, Iannucci menggarap film ini dengan sangat modern dan tidak terkecuali dengan pilihan pemain multikulturalnya, Dev Patel. Ulasan dari BBC menyebutkan bahwa film ini memberikan semangat dan kehangatan untuk saat-saat seperti sekarang.

3. Never Rarely Sometimes Always

Drama ini bercerita tentang Autumn yang berusia 17 tahun (Sidney Flanigan), yang sedang hamil di sebuah kota kecil di Pennsylvania di mana praktik aborsi sangat dibatasi. Dia dan sepupunya diam-diam naik bus ke kota New York untuk mengakhiri kehamilan tersebut.

Bukan sekadar film dengan pesan yang umum, penulis dan sutradara Eliza Hittman berupaya untuk menyajikan kisah yang intim tentang pilihan, rahasia, dan keputusan yang diambil di tengah keputusasaan oleh wanita muda untuk menyelamatkan masa depan mereka.

4. The Hunt

Film ini menjadi buah bibir bahkan sebelum ada seorang pun yang menontonnya. Sebuah film komedi thriller tentang sekelompok elit berkumpul untuk pertama kalinya di Manor House yang terpencil untuk 'memburu' orang Amerika sayap-kanan sebagai 'olahraga'. Rilis film ini ditunda tahun lalu pasca dua penembakan massal di AS dan dikutuk oleh Presiden AS Donald Trump melalui Twitternya.

Namun, ketika akhirnya keluar musim semi ini, tepat sebelum bioskop ditutup, film tersebut ternyata merupakan perjalanan rollercoaster yang menyenangkan yang membuat Anda menebak siapa yang berada di pihak siapa dan siapa yang akan dibunuh. Sejauh ini, belum ada film yang dirilis sepanjang 2020 yang berhasil membuat penonton bergerenyit dari tempat duduk mereka.

5. Bacurau

Salah satu film paling aneh dan paling inovatif tahun ini adalah permata asal Brasil ini, yang berlatar belakang di desa miskin dan terpencil bernama Bacurau. Komunitas yang sangat erat ini tertekan oleh politisi yang korup, dan bingung mengapa Bacurau tiba-tiba menghilang dari peta mana pun, cetak atau online. Anda dapat menganalisis subteks film tentang politik Brasil atau hanya menikmati keepikan film genre-bending ini.

6. The Assistant

Film yang dibintangi Julia Garner ini menceritakan tentang karyawan rendahan yang bekerja keras dar sebelum fajar hingga setelah senja menjawab telepon, mencetak naskah, merapikan botol air mineral dan membersihkan pekerjaan kotor bosnya. Bayangkan "The Devils Wears Prada", namun ini lebih otentik.

Meskipun karakter antagonis adalah bos yang mirip dengan cerita Weinstein, film ini tidak haya berfokus pada satu orang namun menyingkap budaya korporat yang lebih luas tentang seksisme, sikap merendahkan, dan tekanan lain yang umum dihadapi. Tidak ada dialog panjang dan konfrontasi yang meledak-ledak, tetapi penonton dibuat tegang ketika menunggu kapan sang asisten akan memberontak dan melawan bosnya, atau pasrah dan menerima kenyataan.

7. Emma

Sebagai Emma, Anya Taylor-Joy berhasil menangkap hati para penonton dan kehangatan dari karakter ciptaan Jane Austen ini. Dalam film ini pula, Johnny Flynn tampil memukau sebagai Mr. Knightley (lebih muda dari usianya di novel). Adapun, Bill Nighy dengan gemilang mencuri setiap adegan sebagai ayah Emma yang terlalu protektif. Sutradara Autumn De Wilde memanfaatkan kariernya sebagai fotografer dengan baik dalam percintaan yang indah ini.

8. The Vast of Night

Berlangsung selama satu malam, The Vast Of Night bercerita tentang DJ radio lokal dan operator telepon ketika mereka menyelidiki suara-suara menakutkan yang disiarkan dari suatu tempat tidak jauh dari lokasi mereka berada.

Film ini memuat beberapa komentar tajam tentang marginalisasi kelompok sosial tertentu, tetapi itu adalah teknis bravura belaka yang membuat debut Andrew Patterson begitu menyenangkan. Setelah menyaksikan dialog dan pengambilan gambar yang memukau, Anda tahu Anda sedang melihat munculnya bakat baru yang sangat menarik.

9. The Painter and the Thief

Film dokumenter ini dimulai ketika dua lukisan Barbora Kysilkova, seorang seniman Ceko yang sedang berjuang di Oslo, dicuri dari sebuah galeri. Setelah pencuri, Karl Bertil-Nordland, ditangkap, Barbora mencarinya dan meminta untuk melukis potretnya. Dia menyesuaikan citranya sama seperti ketika dia mencuri karya seninya, tetapi itu hanyalah awal dari persahabatan yang tidak terduga.

10. True History of The Kelly Gang

Diadaptasi dari novel Peter Carey, ini adalah gambaran lanskap Australia era kolonial, korupsi yang endemik, seks yang dekaden, dan kekerasan berdarah. Film ini merupakan biografi Justin Kurzel tentang Ned Kelly, bushranger, pemimpin geng dan penjahat abad ke-19 yang terkenal.

Kelly diajari untuk bertahan hidup di tanah asing yang biadab ini oleh ibunya yang brutal, bandit yang berandalan, seorang polisi yang eksploitatif, dan seorang pejabat Inggris yang kejam. Di bawah pengaruh mereka, hampir tak terhindarkan bahwa dia harus menjadi pemimpin geng revolusioner. Kurzel dan timnya membuat Kelly lebih liar dan menakutkan, tetapi juga lebih simpatik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Film nominasi film hollywood
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top