Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wabah Corona Bikin Perceraian Marak di Kalsel

Perceraian meningkat di tengah pandemi Covid-19 rata-rata dilatarbelakangi faktor ekonomi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 06 Juli 2020  |  06:45 WIB
Ilustrasi perceraian - divorce/online.co.uk
Ilustrasi perceraian - divorce/online.co.uk

Bisnis.com, BANJARMASIN - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Athaillah Hasbi menyebut saling menguatkan, semangat gotong royong dan kebersamaan dapat mencegah perceraian saat pandemi Covid-19.

Anggota Komisi IV DPRD Kalsel yang membidangi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) itu di Barabai, Hulu Sungai Tengah (HST), Minggu (5/72020), menyampaikan tanggapan atas maraknya kasus perceraian yang terjadi di tengah pandemi Covid-19 di Kalsel, khususnya di Kabupaten HST.

Ia mengatakan perceraian meningkat di tengah pandemi Covid-19 rata-rata dilatarbelakangi faktor ekonomi. Dampak pandemi Virus Corona memang tidak bisa dihindari dan sangat terasa di berbagai sektor kehidupan, terutama sektor perekonomian dan berimbas pada persoalan rumah tangga.

"Baik buruh atau karyawan ataupun pelaku usaha, semua merasakan dampaknya, bahkan menjadi faktor utama pemicu perceraian di musim pandemi ini," kata Athaillah Hasbi.

Ia menjelaskan potensi melonjaknya angka perceraian akibat ekonomi yang terdampak wabah Virus Corona bisa diminimalkan dengan menjaga stabilitas perekonomian masyarakat,. Peran pemerintah sangat diperlukan intervensinya dalam berbagai program penguatan ekonomi kerakyatan.

Ia menegaskan tidak hanya peran pemerintah, di tengah pandemi Covid-19 sangat diperlukan saling menguatkan, semangat gotong royong dan kebersamaan, yang kuat dapat membantu yang lemah, agar terus terjaga salah satunya dalam mendorong stabilitas perekonomian masyarakat.

Dengan tetap disiplin mengutamakan protokol kesehatan dalam pencegahan penyebaran virus, roda perekonomian, seperti di kantor-kantor, toko, pasar-pasar tradisional ataupun pabrik, dunia usaha dan industri lainnya, dapat tetap bergerak. 

"Karyawan atau buruh maupun usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) tidak ada yang mati, jadi perekonomian dapat terus bergerak," kata Anggota DPRD Kalsel dari Fraksi Partai Golkar, putra kelahiran Bumi Murakata, HST ini.

Selain itu, menurut dia, perlu edukasi dengan memberikan penyuluhan bisa melalui media sosial, konferens video, ataupun radio dari guru, tokoh agama, ulama maupun pemerintah setempat melalui dinas yang kompeten, sehingga semua pihak mengerti dan berusaha bersama-sama untuk bangkit.

Begitupun terkait dengan perceraian di masa masa pandemi, agar pasangan suami isteri bisa menerima keadaan cobaan saat wabah ini dan saling bisa menguatkan.

Athaillah mengingatkan perceraian bisa berdampak buruk yang panjang terhadap anak yang menjadi korban dari perceraian.

Ia juga mengingatkan pencegahan pernikahan usia dini juga perlu disosialisasikan untuk mencegah perceraian.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona kasus perceraian covid-19

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

BisnisRegional

To top