Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pandemi Corona Diprediksi Berlanjut Hingga Awal Tahun Depan

Masyarakat masih akan hidup dengan kondisi pandemi ini hingga Natal dan musim semi mendatang. Penilaian ini juga telah diungkapkan sebelumnya oleh ahli lain dari berbagai negara.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 07 Juli 2020  |  09:49 WIB
Dr Hilary Jones
Dr Hilary Jones

Bisnis.com, JAKARTA – Hilary Jones, dokter dan penulis medis asal Inggris memperkirakan bahwa pandemi virus corona baru atau Covid-19 bakal berlanjut hingga natal dan musim semi mendatang.

Dilansir dari Metro UK, Selasa (7/7) dalam sebuah acara televisi, dia membagikan pemikirannya tentang berapa lama kiranya kita akan berurusan dengan Covid-19, sebelum hidup normal.

“Apa yang akan kita lihat adalah jumlah kasus yang stabil selama beberapa bulan. Kita mungkin akan melihat lonjakan kecil di sana-sini dan mudah-mudahan kita akan dapat mengunci tempat itu untuk melindungi semua orang,” katanya.

Namun demikian, menurut Jones, masyarakat masih akan hidup dengan kondisi pandemi ini hingga Natal dan musim semi mendatang. Penilaian ini juga telah diungkapkan sebelumnya oleh ahli lain dari berbagai negara.

“Kita harus bersabar dan menyadari bahwa ini mungkin krisis terbesar yang dihadapi dalam hal ekonomi dan kesehatan, sejak Perang Dunia Kedua. Kita harus berkorban dan jika melakukannya, kita akan bangkit kembali,” ujar Jones.

Komentar Jones muncul setelah mantan penasihat kepala ilmiah Inggris memperingatkan bahwa 27.000 kematian di Inggris kemungkinan akan berlanjut jika pemerintah terus melakukan pendekatan yang tak tepat selama pandemi.

Berbicara kepada Sky News pada Minggu (5/7), Sir David King mengatakan bahwa kebijakan pemerintah saat ini seolah-olah bertujuan untuk mempertahankan tingkat infeksi sekitar 3.000 kasus baru per hari di seluruh Inggris.

“Apa yang kami katakan adalah 27.000 kematian [karena Covid-19] mungkin menjadi tambahan jika pihak berwenang mempertahankan infeksi tersebut. Jika benar kita masih memiliki 2.000 hingga 3.000 infeksi baru per hari, itu adalah jumlah kematian yang akan terjadi setelahnya,” kata David King.

Adapun berdasarkan data Worldometer hingga hari ini, Inggris telah mencatatkan jumlah infeksi sebanyak 285,768 kasus, dengan jumlah kematian sebanyak 44,236.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona pandemi corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top