Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

7 'Makanan Sehat' Ini Sebenarnya Junk Food

Jangan tertipu dengan beberapa jus buah dalam kemasan dan sereal sarapan yang dipasarkan oleh sejumlah produsen, yang menjual konsep makanan sehat.
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 07 Juli 2020  |  15:21 WIB
Sereal sering sekali dijual dan dilabeli sebagai makanan sehat, tetapi serela merupakan makanan instan. - Medical Daily
Sereal sering sekali dijual dan dilabeli sebagai makanan sehat, tetapi serela merupakan makanan instan. - Medical Daily

Bisnis.com, JAKARTA—Demi menjaga kesehatan dan berat badan, tidak jarang kita lebih pemilih dalam konsumsi. Saat ini terdapat sejumlah makanan yang dikira sehat, namun sebenarnya adalah makanan junk.

Dilansir dari Medicaldaily, individu harus memeriksa dengan seksama terlebih dahulu kandungan yang terdapat dalam sebuah makanan yang diklaim sebagai makanan sehat.

Berikut sejumlah makanan yang dianggap sehat, tapi sebenarnya adalah junk food yang sedang menyamar:

1. Dressing salad komersial

Tidak diragukan lagi, sayuran merupakan makanan yang sehat bagi tubuh. Hanya saja, rasa sayuran kurang enak jika tanpa “pendamping” yang menyertainya.

Itu sebabnya dressing kerap digunakan untuk menambah rasa pada salad, dan mengubahnya menjadi makanan yang lezat.

Penggunaan dressing salad komersial menjadi masalah lantaran saus salad memiliki kandungan gula, minyak nabati, lemak, dan bahan-bahan tidak sehat lainnya, bersamaan dengan berbagai bahan kimia buatan.

Dressing salad komersial dapat meniadakan manfaat kesehatan yang bisa individu dapatkan dari salad sayuran.

Jadi, langkah terbaik adalah dengan memeriksa daftar bahan yang tertera sebelum menggunakan saus salad atau membuatnya sendiri menggunakan bahan-bahan yang sehat.

2. Jus buah

Berlawanan dengan apa yang dikatakan label, kebanyakan "jus buah" di toko ritel tidak benar-benar terbuat dari buah sama sekali.

Padahal, yang diminum adalah air gula rasa buah yang terbuat dari bahan kimia yang rasanya seperti buah.Bahkan 100 persen jus buah alami masih bukan pilihan yang sehat karena hal-hal baik dari buah yang sebenarnya (terutama serat) dihilangkan selama proses pembuatan jus, hanya menyisakan gula dalam produk akhir.

3. Junk Food Rendah Karbohidrat

Populer selama beberapa dekade, diet rendah karbohidrat telah dikonfirmasi oleh penelitian untuk secara efektif menurunkan berat badan dan meningkatkan kesehatan.

Sayangnya, produsen makanan telah mengikuti tren tersebut, sebagai akibatnya memproduksi makanan olahan rendah karbohidrat yang "ramah" di pasaran.

Di antara makanan itu adalah Atkins bar, yang sebenarnya tidak mengandung makanan asli, hanya bahan kimia dan bahan olahan.

Meskipun makanan itu dapat dikonsumsi sesekali tanpa mengacaukan metabolisme, makanan itu tidak benar-benar menyehatkan tubuh dalam jangka panjang.

4. Junk Food Vegan

Sering kali, karena alasan etis dan lingkungan, diet vegan menjadi populer. Masalahnya adalah banyak yang mempromosikan diet ini karena untuk tujuan meningkatkan kesehatan.

Makanan vegan termasuk makanan vegan olahan seperti vegan bacon, yang sering dijual di pasaran sebagai pengganti yang bukan vegaveg

Perlu diingat bahwa produk-produk buatan pabrik yang diproses ini buruk bagi hampir semua orang, termasuk vegan.

5. Makanan Organik Olahan

"Organik" telah menjadi kata kunci umum yang terlalu sering digunakan dalam banyak kasus dan itu bukan hal yang baik.

Salah satu alasannya adalah karena produsen yang baik telah menemukan cara untuk membuat produk makanan yang sama, kecuali mereka menggantinya dengan bahan-bahan yang kebetulan organik.

Bahan-bahan ini termasuk gula tebu mentah organik, yang persis identik dengan gula biasa, hanya glukosa dan fruktosa yang sedikit atau tanpa nutrisi.

Dalam banyak kasus, bahan dan padanan organiknya tidak bisa dibedakan. Jadi selalu periksa label untuk melihat apa isi produk.

6. Minyak nabati

Kita sering disarankan untuk mengonsumsi minyak nabati dan biji-bijian seperti kanola dan minyak biji sanabati

Semua ini didasarkan pada kenyataan bahwa minyak ini telah terbukti menurunkan kadar kolesterol darah setidaknya dalam jangka pendek. Namun perlu diingat bahwa kolesterol darah merupakan faktor risiko dan bukan penyakit itu sendiri.

Minyak nabati dapat membantu meningkatkan faktor risiko tetapi tidak dijamin untuk mencegah serangan jantung, kematian, dan hasil kesehatan aktual lainnya.

Bahkan, meskipun menurunkan kadar kolesterol, minyak ini telah ditunjukkan oleh beberapa uji coba terkontrol untuk berpotensi meningkatkan risiko penyakit jantung dan gangguan mental.

Ketika dimakan dalam jumlah sedang, maka lemak alami seperti mentega, minyak kelapa, dan minyak zaitun adalah alternatif yang lebih baik untuk minyak nabati.

7. Sereal

Jangan tertipu oleh cara beberapa sereal sarapan yang dipasarkan oleh sejumlah produsen.

Banyak dari mereka, bahkan yang dipasarkan untuk anak-anak, memiliki beragam klaim kesehatan yang tercantum, seperti "gandum utuh" atau "rendah lemak" yang mungkin menyesatkan.

Kondisi ini terutama terjadi ketika melihat bahan-bahan yang terdaftar dan melihat bahwa sebagian besar mengandung biji-bijian, gula, dan bahan kimia buatan.

Jadi, penting untuk selalu meninjau bahan-bahan yang ada di kemasan untuk mengonfirmasi apa yang akan masukkan ke dalam tubuh, dan mengetahui seberapa baik bahan-bahan itu bagi tubuh.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

makanan sereal makanan sehat
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top