Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ibu Penderita Tuberkulosis Resisten Obat Tak Dianjurkan Menyusui

Bagi ibu yang tertular TB dan masih harus menyusui anaknya, Wiendra mengatakan jika tergolong pasien TB biasa yang menggunakan obat TB lini pertama, maka masih diperbolehkan menyusui,
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 23 Juli 2020  |  18:46 WIB
Seorang ibu menyusui bayinya. - Istimewa
Seorang ibu menyusui bayinya. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Tuberkulosis (TBC) atau TB menjadi masalah yang serius di Indonesia, terutama bagi pasien yang sudah resisten obat.

Pada beberapa kasus, ada ibu yang tertular TB, padahal masih harus menyusui anaknya. Boleh atau tidak?

Dokter Wiendra Waworuntu, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan RI, mengatakan ada beberapa kelompok yang rentan tertular TBC, seperti penderita diabetes, orang dengahn HIV/AIDS (odha), orangtua, dan anak-anak yang kontak dengan penderita TB aktif.

Bagi ibu yang tertular TB dan  masih harus menyusui anaknya, Wiendra mengatakan  jika tergolong pasien TB biasa yang menggunakan obat TB lini pertama, maka masih diperbolehkan menyusui,

 “Hanya saja harus tetap melakukan pencegahan penularan lewat droplet, dengan tetap memakai masket saat menyusui dan tidak mencium anak,” kata Wiendra, Kamis (23/7/2020).

Sementara itu, untuk penderita TB resisten obat, tidak dianjurkan untuk menyusui. Pasalnya, obat yang dikonsumsi ibu akan lebih banyak dan berbahaya bagi bayi yang disusui.

“Banyaknya obat yang dikonsumsi ini bisa jadi punya efek samping, sehingga berbahaya untuk anaknya. Lalu, kalau anaknya tertular, langsung tertular TBRO, anaknya yang kasihan harus mendapat banyak obat juga,” jelasnya.

Sebagai pencegahan, baik pada anak maupun siapapun apabila sudah melakukan kontak dekat dengan penderita TB positif, harus mendapat obat pencegahan yang juga harus dikonsumsi selama 6 bulan, agar bakteri yang tersebar atau sampai masuk tidak sampai berkembang biak dan menjadi penyakit.

“Walaupun tidak pasti tercegah, karena tidak ada yang 100 persen, setidaknya bisa melindungi, mungkin bisa 80 persen. Obat pencegahan ini untuk meningkatkan imun. Misalnya imunisasi TB untuk anak, sehingga bisa dicegah kena TB berat. Jadi, kalau sampai kena TB tidak sampai kena TB otak atau tulang,” tambahnya.

Adapun, penggunaan masker dan jaga jarak di setiap aktivitas di dalam dan di luar rumah juga sangat berguna untuk mengurangi potensi penularan.

”Kalau batuk penderita TB pakai masker saja sudah oke. Penting juga rumah harus ada ventilasi karena bakteri TBC mati kalau kena matahari. Tetap laksanakan perilaku hidup bersih dan sehat, dan makan makanan bergizi seimbang,” imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hiv/aids ibu menyusui tuberkulosis
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

BisnisRegional

To top