Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mengidap Bipolar, Ini Sikap Ganjil yang Ditunjukkan Kanye West

Bermula dari keinginannya maju di pemilu Amerika Serikat, membahas aborsi saat kampaye dadakan, dan terakhir mengunggah cuitan bahwa dia ingin bercerai dari Kim Kardashian.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 23 Juli 2020  |  16:39 WIB
Kanye West mencalonkan diri di pemilu Amerika Serikat. - Fox
Kanye West mencalonkan diri di pemilu Amerika Serikat. - Fox

Bisnis.com, JAKARTA – Rapper Kanye West tengah menjadi sorotan sejak beberapa pekan terakhir.

Bermula dari keinginannya maju di pemilu Amerika Serikat, membahas aborsi saat kampaye dadakan, dan terakhir mengunggah cuitan bahwa dia ingin bercerai dari Kim Kardashian.

Memang, sejak lama West memicu kontroversi melalui sikap dan pernyataan yang dilontarkan. Adapun yang paling anyar ketika musisi ini menyela pidato kemenangan Taylor Swift di ajang MTV Video Music Award 2009. Dia berpendapat Beyonce lebih pantas memenangkan kategori Best Video by a Female Artist. Belum lagi dirinya yang tidak sungkan menyatakan pendapat atas sejumlah hal dan berujung pada komentar negatif publik.

Sikap ataupun perilaku ini tampaknya tak lepas dari gangguan bipolar yang diderita West. Bahkan istrinya, baru-baru ini mengungkap kesehatan mental suaminya itu telah memengaruhi dirinya dan keluarga mereka.

Lantas seperti apa gangguan bipolar? Mengutip National Health Service (NHS), Kamis (23/7/2020), gangguan bipolar adalah kondisi kesehatan mental yang memengaruhi suasana hati yang dapat memicu perubahan emosi secara drastis. Biasanya, perubahan suasana hati ini dapat berlangsung selama beberapa minggu atau lebih dari pada itu.

Terdapat dua fase bagi penderita bipolar, yakni fase mania (naik) dan depresi (turun). Pada periode mania, pengidapnya terlihat sangat bersemangat, enerjik, dan dapat bicara dengan cepat. Sedangkan pada periode depresi, pengidapnya akan terlihat sedih, lesu, dan hilang minat terhadap aktivitas sehari-hari.

Pria dan wanita sama-sama mengalami gejala umum gangguan bipolar. Namun, melansir dari Healthline, pria mungkin mengalami gejala yang berbeda dari wanita.

Pria dengan gangguan bipolar dapat didiagnosis lebih awal, mengalami episode bipolar yang lebih parah, terutama episode mania. Kemudian pria bipolar bisa memiliki masalah penyalahgunaan zat dan lebih banyak bertindak selama episode manik.

Pria dengan gangguan bipolar lebih kecil kemungkinannya daripada wanita untuk mencari perawatan medis sendiri. Mereka juga lebih mungkin meninggal karena bunuh diri.

Setidaknya ada tiga jenis utama gangguan bipolar, antara lain bipolar I yang didefinisikan oleh penampilan setidaknya satu episode mania, bipolar II yang vmengalami satu episode depresi besar atau berlangsung setidaknya dua minggu. Mereka juga memiliki setidaknya satu episode hipomanik yang berlangsung sekitar empat hari. Jenis gangguan bipolar dianggap lebih umum pada wanita.

Kemudian cyclothymia. Orang-orang dengan cyclothymia memiliki episode-episode hypomania dan depresi. Gejala-gejala ini lebih pendek dan kurang parah daripada mania dan depresi yang disebabkan oleh gangguan bipolar I atau bipolar II. Kebanyakan orang dengan kondisi ini hanya mengalami satu atau dua bulan pada saat suasana hati mereka stabil.

Gangguan bipolar bisa disebabkan oleh faktor genetik, struktur otak, faktor lingkungan, stres ekstrem, pengalaman traumatis, hingga penyakit fisik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kanye west bipolar
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top